BLORA, beritajateng.tv – Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai memukul sektor pertanian hortikultura. Sejumlah petani cabai terpaksa menelan pil pahit akibat gagal panen setelah tanaman mereka terserang penyakit akibat tingginya kelembapan udara.
Kondisi memprihatinkan ini salah satunya dirasakan oleh Sutarmin, petani asal Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Blora. Di lahan miliknya, Sutarmin tampak sibuk mencabuti tanaman cabai yang seharusnya masih dalam masa produktif namun kini telah membusuk.
“Harusnya masih bisa panen beberapa kali lagi. Tapi karena cuaca sering hujan dan kondisi lahan jadi lembap, tanaman banyak yang rusak dan terserang penyakit,” keluh Sutarmin saat beritajateng.tv temui di lahannya, Minggu, 22 Februari 2026.
BACA JUGA: Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp95 Ribu, Pemkot Lakukan Intervensi Stabilkan Harga
Perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat tanaman cabai menjadi sangat rentan. Intensitas hujan yang tinggi di tengah cuaca panas memicu munculnya jamur dan bakteri yang merusak batang serta buah cabai hingga membusuk sebelum sempat matang sempurna.
Meskipun harus membongkar lahannya lebih awal, Sutarmin mengaku sedikit lega. Ia bercerita bahwa sebelum serangan penyakit ini meluas, dirinya sempat menikmati masa panen saat harga cabai di pasaran sedang melambung tinggi.
BACA JUGA: Awal Musim Hujan, Petani Blora Pilih Tanam Cabai: Lebih Untung, Sekali Tanam Bisa Panen 10-15 Kali
“Alhamdulillah, hasil panen awal saat harga melonjak kemarin sudah cukup untuk menutup seluruh biaya produksi. Jadi istilahnya sekarang sudah balik modal, tinggal pembersihan lahan saja,” jelasnya.
Kini, para petani di wilayah Sonorejo dan sekitarnya hanya bisa berharap kondisi cuaca segera stabil. Mereka menanti waktu yang tepat untuk kembali mengolah tanah dan memulai musim tanam baru dengan harapan kerugian tidak semakin membengkak. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





