KARANGANYAR, beritajateng.tv – Momentum Hari Kebangkitan Nasional seharusnya tidak hanya menjadi refleksi tentang semangat persatuan bangsa. Namun juga momentum untuk membangun demokrasi yang semakin dewasa dan berkualitas. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Jateng, Sumanto saat menjadi narasumber dalam Podcast Bawaslu Kabupaten Karanganyar bertema “Dari Kebangkitan Nasional ke Kebangkitan Demokrasi”, Selasa, 19 Mei 2026.
Sumanto menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia sejatinya sudah berjalan cukup panjang. Pemilu sebagai inti dari demokrasi telah berlangsung sejak tahun 1955 hingga sekarang. Pasca era reformasi, Pilkada dan Pemilu Legislatif digelar secara langsung untuk memilih Kepala Daerah dan anggota legislatif pada semua tingkatan.
“Demokrasi kita sebenarnya tinggal kualitasnya yang perlu terus kita naikkan. Pemilu sudah ada sejak tahun 1955 sampai sekarang. Artinya sistem demokrasi kita sudah berjalan,” ujarnya dalam Podcast yang berlangsung di Studio Kantor Bawaslu Kabupaten Karanganyar tersebut.
BACA JUGA: Motivasi Warga agar Ubah Cara Hidup dan Kerja Keras, Sumanto Beri Contoh Peluang Usaha Modal Minim
Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini bukan lagi sekadar pelaksanaan pemilu, melainkan bagaimana menciptakan proses demokrasi yang sehat dan menghasilkan pemimpin berkualitas. Karena itu, ia menilai pendidikan politik kepada masyarakat menjadi hal penting yang harus terus pihak terkait perkuat. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman tentang bagaimana memilih kepala daerah maupun anggota legislatif yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen bekerja untuk rakyat.

“Edukasi politik kepada masyarakat penting, supaya masyarakat bisa memilih kepala daerah dan anggota dewan yang baik,” katanya politisi PDI Perjuangan tersebut.
Sumanto singgung kedewasaan dalam demokrasi
Sumanto juga menyinggung dinamika politik di Kabupaten Karanganyar yang cukup tinggi. Banyaknya masyarakat yang maju dalam kontestasi politik menunjukkan tingginya partisipasi demokrasi, namun juga menghadirkan beragam kepentingan dan keinginan.
“Di Karanganyar ini banyak yang nyalon. Kepentingannya macam-macam, keinginannya juga berbeda-beda. Itu hal yang biasa dalam demokrasi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jelang Bulan Bung Karno, Sumanto Gerakkan Warga Tanam Pohon di Lereng Gunung Lawu
Meski demikian, Sumanto mengingatkan bahwa dalam demokrasi setiap orang harus menyadari bahwa pilihan dan keinginannya belum tentu sama dengan orang lain. Karena itu, kedewasaan dalam menerima hasil demokrasi menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.
“Yang sering kali sulit itu kesadaran untuk mengakui kalah. Padahal itu bagian dari kedewasaan demokrasi,” tegasnya.
Melalui podcast tersebut, ia berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi dorongan untuk membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa, inklusif, dan berorientasi pada persatuan masyarakat. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





