SEMARANG, beritajateng.tv – Isu penghentian Program Makan Bergizi Gratis atau MBG Berlanjut sempat mengguncang media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi tersebut menyebut pemerintah akan menghentikan program setelah Idulfitri 2026.
Kabar itu bahkan mengaitkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai pemberi instruksi. Namun, pihak berwenang segera memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayan, langsung membantah kabar tersebut. Ia memastikan kabar penghentian program sama sekali tidak benar.
Pemerintah, menurutnya, tidak pernah mengeluarkan kebijakan terkait penghentian itu. Karena itu, masyarakat perlu menyaring setiap informasi secara cermat.
BACA JUGA: Senator Jateng Kritik MBG Kering Ramadan: Namanya Makan Bergizi, Maka Lauknya Harus Bergizi
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa Program MBG Berlanjut tanpa perubahan arah kebijakan. Ia menyebut isu yang beredar sebagai hoaks yang menyesatkan.
Klarifikasi tersebut ia sampaikan kepada awak media pada Selasa, 3 Maret 2026. Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi yang telanjur berkembang luas.
Menurut Dadan, pemerintah justru memperkuat komitmen terhadap keberlangsungan program tersebut. Ia menilai kabar palsu muncul dari sumber yang tidak jelas.
Oleh sebab itu, masyarakat harus mengutamakan informasi resmi dari lembaga terkait. Sikap kritis menjadi kunci agar tidak mudah terprovokasi.
Selain memberikan bantahan, Dadan juga memaparkan rencana lanjutan program. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan layanan secara signifikan.
Target tersebut menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dengan demikian, Program MBG Berlanjut bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata.
Program MBG Berlanjut Masuk Fase Ekspansi
Sesudah Idulfitri 2026, Badan Gizi Nasional akan memasuki fase ekspansi besar. Pihaknya menargetkan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Jumlah SPPG akan mencapai 25.000 unit secara nasional. Langkah tersebut bertujuan memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai daerah.
Tidak hanya itu, program tersebut akan melayani lebih dari 61,2 juta penerima manfaat. Angka tersebut menunjukkan skala pelayanan yang sangat besar.
Pemerintah ingin memastikan setiap kelompok sasaran memperoleh akses makanan bergizi. Upaya ini sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Dadan menyampaikan bahwa operasional pasca-Idulfitri tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan tidak ada jeda ataupun penghentian layanan. Seluruh persiapan teknis terus berlangsung agar target tercapai. Tim pelaksana juga mempercepat koordinasi lintas sektor.
BACA JUGA: Perdana di Ngawen Blora, Mitra Dapur MBG Gelar Sertifikasi Mitigasi Kebakaran
Sementara itu, publik sempat mempertanyakan keberlanjutan anggaran program tersebut. Namun, pemerintah memastikan dukungan anggaran tetap tersedia.
Komitmen fiskal tersebut menjadi bukti keseriusan dalam menjalankan kebijakan prioritas. Transparansi juga terus dijaga agar masyarakat merasa tenang. (*)





