BLORA, beritajateng.tv – Untuk pertama kalinya di Kecamatan Ngawen, mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Ngawen 1 dan Ngawen 3, menggelar sertifikasi mitigasi pemadam kebakaran, Kamis, 19 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan membekali para relawan dengan keterampilan khusus dalam menangani keadaan darurat di dapur. Puluhan relawan tampak antusias mengikuti instruksi dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Blora.
Materi pelatihan meliputi teknik pengendalian api dasar secara tradisional hingga prosedur penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca 20 Februari 2026 : Udara Lembap Berawan Jateng Untuk Wilayah Demak Sampai Blora
Ely Nyunanto, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Ngawen 1, menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah preventif yang sangat penting mengingat aktivitas harian mereka yang bersentuhan langsung dengan api dan gas dalam skala besar.
“Setiap hari kami berhadapan dengan api. Relawan wajib memiliki bekal cara mencegah kebakaran agar tidak meluas dan tetap tenang jika terjadi kebocoran gas,” ungkap Ely di sela-sela acara yang berpusat di SPPG Ngawen 3 tersebut.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Blora, Hariyanto, mencatat hingga saat ini sudah ada lima unit dapur SPPG di Kabupaten Blora yang mengantongi sertifikasi mitigasi kebakaran, termasuk dua unit di Ngawen. Ia menekankan bahwa poin utama dari pelatihan ini adalah manajemen kepanikan.
“Harapannya tentu tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, latihan ini sangat penting agar tim memasak tidak panik saat muncul api akibat kebocoran selang atau tabung gas. Jika tetap tenang, mereka bisa mengatasi api sejak dini sebelum petugas datang,” pungkas Hariyanto. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





