KesehatanNasional

Heboh Penolakan Uji Vaksin Gates, Khawatir Soal Pengendalian Populasi, Ini Respons Tegas Menkes

×

Heboh Penolakan Uji Vaksin Gates, Khawatir Soal Pengendalian Populasi, Ini Respons Tegas Menkes

Sebarkan artikel ini
vaksinasi vaksin meningitis | Aulia Dokter
Ilustrasi alat suntik. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warganet ramai-ramai menolak uji klinis vaksin Tuberkulosis (TBC) yang didukung oleh Bill dan Melinda Gates Foundation. Tagar #TolakUjiVaksinGates mendominasi linimasa pada Senin, 12 Mei 2025, sebagai bentuk protes dan kekhawatiran publik.

Ribuan pengguna media sosial mempertanyakan keamanan, transparansi, dan etika uji coba vaksin di Indonesia.

Salah satu akun, @Ma**aA****_, menyoroti keikutsertaan 2.095 relawan dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72.

“Apapun alasannya, yang namanya percobaan itu untuk menguji efektivitas dan efek samping. Inna lillahi, semurah itukah nyawa rakyat Anda, Presiden @prabowo?” tulis akun tersebut.

BACA JUGA: Warganet Khawatir Vaksin TBC Bill Gates Ada ‘Chip’, Menkes: Hoaks Jahat Itu

Kekhawatiran warganet makin memuncak setelah beredar potongan video pidato Bill Gates yang membahas isu populasi dunia.

Banyak yang menafsirkan video tersebut sebagai bukti adanya dugaan pengendalian populasi melalui vaksin.

“???? Ngeri…!! Dengarkan presentasi Bill Gates tentang populasi dunia. Sungguh mengerikan,” tulisnya dalam unggahan lain.

Menkes pastikan vaksin aman dan tanpa efek samping serius

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi langsung kekhawatiran masyarakat.

Ia memastikan bahwa vaksin TBC M72/AS01E, hasil kerja sama Gates Foundation dan GlaxoSmithKline (GSK), aman dan telah melalui uji klinis ketat.

Budi menjelaskan bahwa sejak November 2024, vaksin ini sudah memasuki fase uji klinis tahap tiga dengan melibatkan lebih dari 2.000 relawan di Indonesia.

BACA JUGA: Kasus TBC di Jateng Tertinggi se-Indonesia, Tembus 96 Ribu Kasus

Hingga kini, tidak ditemukan efek samping serius dari vaksin tersebut.

“Vaksin ini sangat bermanfaat. TBC sudah membunuh sampai 1 miliar orang. Vaksinasi terbukti secara ilmiah mampu menurunkan angka kematian akibat penyakit menular,” tegas Budi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam isu konspiratif, dan tetap mengedepankan data serta fakta ilmiah dalam menilai program kesehatan publik. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp