Jateng

Hemat Biaya Rp2,5 Juta per Hektare, PLTS-PATS Jadi Solusi Irigasi Petani Kesongo Semarang

×

Hemat Biaya Rp2,5 Juta per Hektare, PLTS-PATS Jadi Solusi Irigasi Petani Kesongo Semarang

Sebarkan artikel ini
PLTS Pesantren | plts semarang
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) telah disiapkan di lingkungan Desa Kesongo. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan petani di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang kini tak perlu repot memikirkan kebutuhan air bagi pertanian mereka, pada saat musim kemarau.

Pasalnya fasilitas pendukung pertanian berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) telah disiapkan di lingkungan Desa Kesongo.

“Dengan fasilitas ini akan bisa menyelesaikan problem pengairan pertanian seluas 10 hingga 15 hektare,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kesongo, Supriyadi, Rabu, 3 September 2025.

Sebab, lanjutnya, pada saat musim kemarau sawah yang ada di Desa Kesongo. Khususnya di bagian yang lebih tinggi (atas), kesulitan mendapatkan pasokan air saat musim kemarau.

BACA JUGA: Harga Panen Terjun Bebas, Begini Keluh Kesah Petani Tembakau di Lereng Gunung Merbabu

Untuk bisa mendapatkan air bagi kebutuhan lahan pertanian (sawah) harus menyedot air dari danau Rawapening. Yang mana  membutuhkan biaya sangat mahal.

“Dengan begitu, lahan pertanian bisa digarap dan ditanami dan akan tetap produktif, meski di musim kemarau,” jelas Supriyadi, yang beritajateng.tv konfirmasi di Desa Kesongo.

Ia juga menjelaskan, terkait fasilitas PLTS yang di rangkai dengan PATS ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Kesongo bersama Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengajukan proposal hibah kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek.

“Alhamdulillah, di setujui dan saat ini PLTS dan PATS bagi kebutuhan pertanian mulai pembangunan di lingkungan Desa Kesongo,” tambah Supriyadi.

Sementara itu, Dosen Polines, Prof Ir Yusuf Dewanto Herlambang menyampaikan, tujuan PLTS berkapasitas 20 Kwp dan PATS. Yakni untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Harga Tembakau Anjlok, Pemkab Semarang Beri Bantuan Alsintan, Siapkan Langkah Bantu Petani

Ia juga mengungkapkan, dengan infrastruktur ini, para petani akan mampu menghemat pengeluaran sewa pompa. Selain itu mereka juga hemat genset agar lahan pertanian mereka tetap produktif di musim kemarau.

Karena untuk menyedot air dan mengairi lahan pertanian para petani, setiap satu musim panen, butuh biaya sekitar Rp 2,5 juta rupiah per hektare.