Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan robohnya atap terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.
“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam kelas. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.
“Satu siswa yang ԁirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi,” kata Mualif. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





