Pariwisata

Hidden Gem Dekat Unnes, Curug Gribik Semarang Punya Air Terjun Mungil Bikin Hati Adem

×

Hidden Gem Dekat Unnes, Curug Gribik Semarang Punya Air Terjun Mungil Bikin Hati Adem

Sebarkan artikel ini
curug gribik
Suasana asri di Curug Gribik yang berlokasi di Gang Ki Ageng Gribig No. 7, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Sandal nyaman saja, saya tadi juga kepleset,” katanya sembari tertawa.

Jalan Setapak Berujung Suara Gemericik Air

Setelah berjalan menuruni jalur bebatuan, suasana perlahan berubah. Suara kendaraan dari permukiman semakin samar dan berganti dengan suara gemericik aliran air.

Curug Gribik memang tidak memiliki air terjun yang tinggi. Airnya jatuh dari tebing batu dengan ketinggian sekitar lima meter. Namun, suasana alami di sekelilingnya menjadi daya tarik tersendiri.

Di bawah air terjun terdapat kolam alami berdiameter sekitar delapan meter dengan kedalaman lebih dari satu meter. Airnya terlihat jernih dengan dasar bebatuan yang ditumbuhi lumut sehingga dari kejauhan memberikan rona kehijauan.

Di sekitar kolam terdapat bebatuan yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk, bersantai maupun mengabadikan foto.

Warga Lokal Ikut Penasaran

Bagi Titik, viralnya Curug Gribik di TikTok justru menjadi alasan dirinya mengenal lebih dekat lingkungan yang selama ini berada tidak jauh dari rumah.

“Dulunya tahu daerah sini, tahu kalau memang ada aliran sungai Kaligarang, sungai ini. Tahu, cuma memang belum pernah sama sekali,” ujarnya.

Ia baru mengetahui keberadaan air terjun tersebut setelah Curug Gribik ramai di media sosial.

“Baru tahu kalau ada ternyata curugnya seperti ini karena di TikTok itu. Karena ramai itu, ya iseng-iseng ke sini,” katanya.

Tetap Waspada Saat Musim Hujan

Meski menyimpan daya tarik alami, Curug Gribik tetap memiliki kondisi yang perlu pengunjung perhatikan.

Titik mengatakan debit air saat ia datang terlihat tidak terlalu besar. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan musim kemarau.

“Ini mungkin karena kemarau. Airnya agak surut,” katanya.

Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, aliran air di kawasan tersebut dapat meningkat.

“Kalau pas musim hujan juga bisa banjir, banjir bandang,” ujarnya.

BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Apik Dekat UIN Walisongo, Mulai dari Curug hingga Candi

Karena itu, pengunjung perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat. Jalur tanah dan bebatuan yang menurun juga berpotensi menjadi lebih licin ketika terkena air.