Jateng

HIPMI Kabupaten Semarang Rangkul UMKM sebagai Mitra Penggerak Ekonomi

×

HIPMI Kabupaten Semarang Rangkul UMKM sebagai Mitra Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, beritajateng.tv – Ingin tahu lebih banyak informasi seputar tempat dan aneka kuliner, bengkel bahkan juga tempat potong rambut di wilayah Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Sekarang tidak perlu repot-repot lagi dan cukup membaca barcode pada aplikasi ‘Siputra Cemerlang’ melalui telepon pintar yang sudah menjadi bagian dari keseharian.

Sebab aplikasi yang dikembangkan ASN Kecamatan Tuntang Pujianto dan didukung penuh oleh HIPMI Kabupaten Semarang ini telah merangkum lengkap, bahkan hingga potensi usaha pedesaan di wilayah Kecamatan Tuntang.

Hal ini terungkap dalam acara ‘Dialog Kebangsaan- Kontribusi HIPMI dan UMKM Center dalam Mendorong Pendapatan Masyarakat Desa’ di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin 10 November 2025.

BACA JUGA: Sukses Berdayakan UMKM, Bank Jateng Raih Penghargaan di CNN Indonesia Awards 2025

Ketua Umum (Ketum) BPC HIPMI Kabupaten Semarang, Sis Budiyono mengatakan, HIPMI Kabupaten Semarang terus mendorong kolaborasi dengan para pelaku usaha (UMKM).

Salah satunya melalui aplikasi ‘Sistem Informasi dan Promosi Pelaku Usaha Kecamatan Tuntang Raya yang Cerdas, Modern dan Gemilang’ (Siputra Cemerlang).

Dengan aplikasi ini, para pelaku usaha di wilayah Kecamatan Tuntang semakin termudahkan untuk terhubung dengan konsumen. Sesuai dengan kalster dan jenis usahanya.

“Baik kuliner, perdagangan, jasa, produksi, pariwisata, pertanian, penginapan, jasa delivery, lembaga keuangan dan masih banyak lagi hingga agenda acara,” jelasnya.

Sis Budiyono juga menyampaikan, kolaborasi dengan pelaku usaha (UMKM) hingga di tingkat desa ini, akan membantu menggerakkan perekonomian desa.

“Maka, HIPMI Kabupaten Semarang memposisikan pelaku usaha di pedesaan sebagai mitra strategis dalam mendorong roda ekonomi di tengah masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA: UMKM Kurang Bisa Bersaing, Kemenko PM: Terlalu Banyak Produk Impor Gerogoti Bangsa Kita

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan dan UMKM Kadin Jawa Tengah, Idris juga menegaskan, kolaborasi adalah kunci keberhasilan usaha di era sekarang ini.

Ia juga menilai, kolaborasi antara HIPMI dan para pelaku UMKM ini sangat penting. “Di tengah situasi ekonomi yang masih tidak pasti, usaha akan sulit berkembang,” katanya.

Menurutnya, desa merupakan miniatur negara. Sehingga dengan penguatan perekonomian di desa pada akhirnya juga bakal memperkuat perekonomian negara.

Ia mencontohkan, pengelolaan potensi desa di Umbul Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang mampu mendongkrak pendapatan desa.

Menurutnya, kesuksesan bisa ditiru namun bukan berarti harus sama. “Tetapi perhatikan bagaimana yang sudah ada itu dikerjakan, sesuaikan dengan kebutuhan dan kerjakan yang ada,” jelasnya.

Menurut Idris, dalam rangka menstimulasi agar pendapatan desa bisa meningkat, pemerintah sudah memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM melalui programnya.

Namun jangan sampai dukungan ini kemudian membuat para pelaku UMKM menjadi ketergantungan. “Para pelaku UMKM juga harus inovatif dan produktif agar para investor berdatangan,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp