Rudi memastikan mundurnya puluhan petugas tidak mengganggu jalannya sensus. Setiap kali ada petugas yang mengundurkan diri, koordinator lapangan langsung merekrut pengganti agar pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Begitu ada yang mundur, penanggung jawab kecamatan langsung mencari petugas pengganti supaya target tetap tercapai,” katanya.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres pendataan Sensus Ekonomi di Kota Semarang telah mencapai 42,69 persen. Capaian tersebut dinilai sudah sesuai dengan target nasional.
“Sekarang progresnya sudah sesuai target. Bahkan deviasi yang sebelumnya sempat muncul sudah berhasil kami tekan hingga mendekati nol,” ujar Rudi.
Ia juga meluruskan isu mengenai perubahan mekanisme pembayaran honor yang sempat dikeluhkan sebagian petugas. Menurutnya, BPS tidak pernah mengubah ketentuan dalam surat perjanjian kerja (SPK).
“Tidak ada perubahan mekanisme pembayaran. Kami tetap mengacu pada SPK awal. Setiap pekan juga kami mengadakan briefing untuk menjelaskan prosedur pembayaran kepada seluruh petugas,” tegasnya.
Selain tantangan internal, BPS masih menghadapi kendala di lapangan. Beberapa petugas kesulitan memasuki kawasan perumahan elite dan kawasan industri untuk melakukan pendataan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dan pemerintah wilayah agar akses petugas ke kawasan-kawasan tersebut bisa lebih mudah,” pungkas Rudi. (*)





