SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan lebat yang melanda Kota Semarang hampir sepekan juga berdampak pada usaha perhotelan. Pasalnya, hujan lebat menyebabkan banjir yang tak kunjung surut. Tak hanya itu, akses transportasi umum ke Kota Atlas ini juga sempat tutup sementara.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah membenarkan bahwa banjir di Kota Semarang memberi dampak signifikan pada bisnis hotel. Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Promosi PHRI Jateng, Noor Faiq mengungkap kenaikan okupansi hotel maupun acara lain mestinya terjadi pada bulan Maret saat Ramadhan.
“Ini kebetulan momennya pas ya, saat puasa, jadi sangat terasa. Kalau di grafik perhotelan sudah terbaca, jadi awal tahun saat Januari-Februari itu biasanya paling rendah dulu, terus akan naik menjelang puasa, karena puasa kemarin naik. Nanti naik lagi saat Lebaran sampai akhir tahun,” ujar Faiq saat beritajateng.tv temui di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Jumat 15 Maret 2024 sore.
BACA JUGA: Dapur Umum di Semarang, Sediakan Makanan Sahur dan Buka Puasa Warga Terdampak Banjir
Banjir yang sangat berdampak ini, lanjut Faiq, memperparah situasi hotel yang tengah berada di periode terendahnya.
“Tambah ada dampak seperti ini (banjir), di periodik yang paling bawah ditambah lagi kejadian seperti ini. Sangat luar biasa dampaknya,” sambung Faiq.
Pembatalan hotel di Semarang karena banjir
Faiq yang juga menjabat sebagai General Manager Hotel Grasia itu menuturkan kegiatan di bulan suci Ramadhan, seperti buffet buka puasa juga terdampak akibat banjir di Kota Semarang.
“Beberapa teman begitu, terutama yang punya tempat outdoor, karena cuacanya tidak mendukung. Ada angin dan hujan, akhirnya mereka pindah ke venue indoor. Secara promosi sudah woro-woro (mengumumkan) di outdoor, tapi cuacanya tidak mendukung ini,” akunya.
Tak hanya itu, Faiq pun turut membenarkan banyak pemesan hotel yang mengajukan pembatalan. Baginya, hal tersebut cukup menyulitkan. Sebab, pembatalan hotel itu tidak terjadi atas kehendak pemesan, melainkan bencana alam atau force major.
BACA JUGA: Tanggap Bencana, PT Pertamina Patra Niaga Serahkan Bantuan Banjir Kota Semarang
Saat ini, hotel-hotel di Kota Semarang pun masih mengandalkan acara kedinasan maupun pertemuan organisasi. Namun, kegiatannya tak sebanyak bulan-bulan sebelumnya.
“Kebetulan kita juga hanya mengandalkan acara dari kedinasan atau asosaisi yang ada, saat puasa kan biasanya istirahat dulu. Kalau kisaran saat ini ya sudah 30 persen ya,” bebernya.
Pihaknya berharap, kondisi dapat membaik saat memasuki minggu kedua atau ketiga bulan suci Ramadhan.
“Mudah-mudahan membaik, dari sisi okupansi atau paket buka puasa bisa menikmati panen Ramadhan. Selama cuaca seperti ini ada beberapa kegiatan yang post-poned, bahkan di-cancel. Kalau cancel kan alasan force major, itu bukan kesalahan klien, kalau cuaca kita tidak bisa prediksi,” tandas Faiq. (*)
Editor: Farah Nazila





