Pantauan beritajateng.tv, sejumlah menu yang tersaji antara lain ikan goreng utuh berukuran besar, sate klatak, bebek peking, sup ayam hongkong, nasi kebuli, ayam bakar, nasi oncom khas Bandung, hingga aneka jajanan pasar sebagai takjil berbuka.
Whole Carving Daging jadi Primadona Setiap Tahun
Dari ratusan menu tersebut, Azka menyebut live carving station atau penyajian daging utuh yang sang chef iris langsung menjadi primadona setiap tahunnya.
“Yang paling jadi primadona setiap tahun di iftar picnic itu whole carving. Jadi daging-dagingan utuh yang nanti akan chef kami sajikan secara carving. Bisa bebek utuh, ayam utuh, daging sapi utuh, daging domba utuh sampai ikan tuna atau ikan kakap utuh,” katanya.
Azkna menuturkan, sudut live carving tersebut hampir selalu menjadi area yang paling ramai pengunjung serbu saat waktu berbuka tiba.
Dengan konsep kehangatan ala piknik dan ragam menu lintas negara, Grand Candi Hotel berharap pengalaman berbuka puasa tak hanya soal hidangan, tetapi juga suasana kebersamaan yang hangat layaknya tradisi iftar di Timur Tengah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





