“Kita pakai campuran bunga lima macam, biar wangi dan terasa lebih bersih,” tambah Ivan.
Simbol Membersihkan Diri dan Harapan Baru
Tradisi bersih-bersih rupang memiliki makna filosofis mendalam. Tidak hanya membersihkan altar secara fisik, tetapi juga menjadi simbol pembersihan diri menyongsong tahun yang baru.
“Untuk menyambut tahun baru, tentunya harus bersih semua, rapi semua. Masa mau menyambut tahun baru tidak dibersihkan? Kita rapikan, kita bersihkan supaya di tahun ini semuanya bagus, rezekinya padang kabeh,” ungkap Ivan.
Di sela kegiatan, tampak umat bekerja sama tanpa sekat. Ada yang membersihkan rupang besar di altar utama, ada pula yang merapikan perlengkapan sembahyang. Kebersamaan itu mempertegas bahwa Imlek bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum mempererat solidaritas.
Harapan di Tahun Kuda: Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Cepat
Memasuki Tahun Kuda, Ivan menyebut ada optimisme yang mengiringi. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, kecepatan, dan semangat pantang menyerah.
“Kuda itu energik dan cepat. Kita berharap di tahun ini pertumbuhan ekonomi juga cepat melesat. Terutama semua sehat, rezeki lancar,” katanya.
BACA JUGA: Simbol Penyucian Diri Jelang Tahun Baru Imlek, Klenteng Tay Kak Sie Semarang Bersihkan Klenteng dan Rumpang
Di tengah gemerlap warna emas dan merah yang mendominasi ruang klenteng, tradisi bersih-bersih rupang menjadi pengingat bahwa setiap awal yang baik selalu mulai dari niat membersihkan dan merapikan.
Dari altar-altar bersejarah di Tay Kak Sie, harapan untuk tahun yang lebih cerah kembali dipanjatkan agar kesehatan, kelancaran rezeki, dan pertumbuhan ekonomi benar-benar berlari sekencang kuda di tahun ini. (*)
Editor: Farah Nazila





