PURWOKERTO, beritajateng.tv – Kementerian Sosial (Kemensos) secara bertahap memberikan bantuan air bersih untuk lebih dari 4.000 warga di 10 desa se-Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang mengalami krisis air bersih pada musim kemarau 2024.
Kepala Sentra Satria Baturraden, Darmanto, mengatakan penyaluran bantuan air bersih tersebut sesuai arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Yakni, untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kekeringan.
“Oleh karena itu, kami bersama BPBD Kabupaten Cilacap dan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap mulai Rabu menyalurkan bantuan air bersih dari Kemensos untuk warga yang mengalami krisis air bersih,” ujar Darmanto, Kamis, 25 Juli 2024.
BACA JUGA: BNPB RI Tegaskan Musim Kemarau 2024 Tak Akan Sepanas 2023, Ternyata Begini Alasannya
Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter tersebut tertuju untuk 120 keluarga di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi.
Ia mengharapkan bantuan tersebut dapat masyarakat manfaatkan dan meringankan beban secara ekonomi, serta berguna untuk menjaga kesehatan.
“Selanjutnya, Kemensos bersama BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap akan melakukan penyaluran air bersih. Di sembilan desa lainnya yang juga terdampak bencana kekeringan. Sesuai dengan prioritas dari hasil pemetaan BPBD Kabupaten Cilacap,” terang Darmanto.
Desa-desa di Cilacap yang terima bantuan air bersih Kemensos
Sebelumnya, Sentra Satria Baturraden sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Cilacap untuk melakukan pemetaan daerah yang menjadi prioritas penyaluran dan mengecek kesiapan mobil tanki air.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap per Senin, 22 Juli 2024 lalu tercatat sebanyak 1.227 keluarga yang terdiri atas 4.410 jiwa terdampak krisis air bersih pada musim kemarau 2024.
BACA JUGA: Jelang Puncak Musim Kemarau, BMKG Ungkap Deretan Wilayah Langganan Kekeringan di Jawa Tengah
Dalam hal ini, krisis air bersih tersebut melanda 10 desa di enam kecamatan. Yakni, Desa Bojong dan Ujungmanik (Kecamatan Kawunganten), Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Bulupayung (Kecamatan Patimuan). Kemudian, Desa Gintungreja dan Karanggintung (Kecamatan Gandrungmangu), Desa Rawajaya (Kecamatan Bantarsari). Lalu, Desa Karang Kemiri (Kecamatan Jeruklegi), serta Desa Panikel (Kecamatan Kampunglaut).
Krisis air bersih tersebut tidak semata-mata karena kekeringan. Karena, sumur warga di beberapa desa seperti Panikel dan Ujungmanik sebenarnya masih ada airnya. Namun, sumur itu tak layak konsumsi karena terintrusi air laut. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





