Jateng

Imbau Warga Jateng Tak Bawa Keluarga ke Perantauan, Ahmad Luthfi: Insyaallah Pemerintah Ngopeni

×

Imbau Warga Jateng Tak Bawa Keluarga ke Perantauan, Ahmad Luthfi: Insyaallah Pemerintah Ngopeni

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan imbauan kepada warga Jawa Tengah usai Salat Id di Simpang Lima Kota Semarang. Sabtu, 21 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan imbauan kepada warga Jawa Tengah usai Salat Id di Simpang Lima Kota Semarang. Sabtu, 21 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan pesan kepada para pemudik yang akan kembali ke kota perantauan usai Lebaran 2026. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membawa keluarga jika belum memiliki kepastian pekerjaan di daerah tujuan.

Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya arus mudik dan bersiapnya arus balik di wilayah Jawa Tengah.

Seiring berakhirnya masa mudik, ia meminta masyarakat mulai mempersiapkan arus balik dengan lebih bijak, terutama terkait kondisi ekonomi keluarga.

“Khusus untuk masyarakat kita yang akan kembali tidak di Jawa Tengah, tidak usah membawa keluarga atau orang lain keluar Jawa Tengah selama tidak mempunyai kepastian kerja,” ujarnya usai melaksanakan Salat Id di Simpang Lima pada Sabtu, 21 Maret 2026.

BACA JUGA: Lebaran Kembali Fitri, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Jadi Petarung Optimis

Keputusan membawa keluarga ke perantauan tanpa kepastian penghasilan berisiko menambah beban sosial dan ekonomi. Baik bagi keluarga itu sendiri maupun daerah tujuan.

Di sisi lain, Luthfi juga memastikan bahwa pemerintah daerah di Jawa Tengah siap memberikan dukungan bagi warganya yang memilih tetap tinggal dan bekerja di kampung halaman.

“Kita kerja di Jawa Tengah. Insyaallah para bupati, wali kota, dan provinsi akan ngopeni warga kita,” tegasnya.

Imbauan ini menjadi pengingat bahwa momentum arus balik tidak hanya soal kelancaran perjalanan, tetapi juga tentang perencanaan hidup yang matang. Agar kesejahteraan keluarga tetap terjaga setelah Lebaran.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan
yang masuk ke Jawa Tengah mencapai 1.337.000 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 732 ribu unit.

“Artinya yang masuk wilayah Jawa Tengah sampai sekarang mengalami kenaikan,” ujar Luthfi.

BACA JUGA: Setahun Ahmad Luthfi Pimpin Jateng: Perbaikan Jalan dan Pendidikan jadi PR, Masih Teruskan Program Ganjar Pranowo

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung arus balik. Di antaranya 23 rest area di jalur utama yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, serta program balik gratis bagi pekerja informal menggunakan bus dan kereta api.

Program balik gratis ini menyasar kelompok pekerja informal seperti asisten rumah tangga, pengemudi ojek online, buruh bangunan, hingga pedagang kecil yang kembali ke kota besar seperti Jakarta dan wilayah Jawa Barat.

“Semua sudah kita siapkan pakai aplikasi. Ini bentuk pelayanan kita, negara hadir dalam rangka melayani masyarakat,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp