Jateng

Imlek dan Ramadhan 2026 Berdekatan, Wali Kota Semarang Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Harmoni

×

Imlek dan Ramadhan 2026 Berdekatan, Wali Kota Semarang Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Harmoni

Sebarkan artikel ini
Imlek dan Ramadhan 2026 Berdekatan, Wali Kota Semarang Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Harmoni
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti di Sampookong Semarang. (Doc. Humas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang tahun ini terasa istimewa, bahkan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, perayaan Imlek 2026 berlangsung berdekatan dengan bulan suci Ramadhan.

Momentum ini menghadirkan dua tradisi besar dalam satu ruang kota yang sama. Memperlihatkan wajah toleransi dan harmoni yang hidup di tengah masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai kedekatan waktu antara Imlek dan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk memperkuat persaudaraan lintas agama dan budaya.

“Tahun Kuda Api ini mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak. Kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, perayaan Imlek bukan hanya seremoni budaya, melainkan juga simbol kebersamaan warga kota yang beragam. Ia menyebut Semarang sebagai rumah bersama yang dihuni berbagai suku, agama, dan komunitas.

“Hari ini kita bisa berkumpul, bertemu lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Ini menjadi ruang untuk membangun persepsi yang selaras demi Semarang yang damai,” katanya.

Agustina menegaskan, Imlek yang berdekatan dengan Ramadhan harus di kemas sebagai momentum memperkuat toleransi.

BACA JUGA: Cerita Pengrajin Barongsai Semarang, Menjaga Tradisi di Tengah Lonjakan Pesanan Imlek

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menghadirkan suasana yang inklusif, di mana simbol-simbol budaya dapat berdampingan tanpa sekat.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan kita kemas sedemikian rupa supaya menjadi momen di mana toleransi di Kota Semarang semakin menguat,” ungkapnya.

“Nanti masyarakat akan melihat simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan. Itu indah sekali kalau kita maknai bersama,” lanjutnya.

Semarang memang terkenal sebagai kota dengan tradisi budaya yang kuat. Dalam rangka Imlek 2026, kawasan Sam Poo Kong kembali menjadi pusat perayaan melalui agenda Imlek Vaganza yang rencananya berlangsung pada 14 – 17 Februari 2026.

Festival ini selalu menarik perhatian wisatawan dan warga karena menghadirkan atraksi budaya, pertunjukan seni, serta ragam kuliner khas.

Tak lama berselang, suasana kota akan kembali semarak dengan tradisi Dugderan, karnaval budaya khas Semarang yang menandai datangnya bulan Ramadhan.

Tahun ini, Dugderan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, dengan prosesi pemukulan bedug oleh Wali Kota serta pembacaan suhuf halaqoh sebagai simbol pengumuman awal puasa.

Rangkaian agenda yang hampir bersamaan ini, menurut Agustina, akan menghadirkan pengalaman budaya yang unik bagi warga maupun wisatawan.

“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, lalu ada Dugderan karnaval. Siapa pun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya,” tuturnya.

Kedekatan Imlek dan Ramadhan 2026 menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi di Kota Semarang. Di tengah perbedaan keyakinan dan tradisi, masyarakat tetap hidup berdampingan, saling menghormati, dan merayakan kebahagiaan bersama.

Pemerintah Kota Semarang berharap momentum ini semakin meneguhkan citra Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, serta mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan utama pembangunan sosial dan budaya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp