Hal ini membuat warga antar pemeluk agama di Dusun Thekelan menjadi semakin kuat. Tidak akan mudah diadu domba dan terpecah belah jika ada pihak lain yang menginginkan harmoni umat tersebut pudar.
Bagi sebagian pihak, tradisi umat yang sudah hidup dan terawat dengan baik di Dusun Thekelan ini teranggap sesuatu yang berbeda. Bahkan juga bisa dipertentangkan.
Namun, sejatinya inilah ‘wajah’ sesungguhnya dusun Thekelan. Di mana masyarakatnya benar-benar menghormati, saling menghargai keberagaman dan perbedaan keyakinan.
Ia pun mengaku terharu dan sampai meneteskan air mata, karena perhatian dari umat lain yang begitu luar biasa. “Sehingga di antara kami seperti tidak pernah ada perbedaan,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





