SEMARANG, beritajateng.tv – Pada arus mudik Lebaran 2026, DPRD Kota Semarang menyoroti kesiapan infrastruktur terutama kondisi jalan masih rentan akibat cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan curah hujan tinggi dan angin kencang telah memicu berbagai potensi kerawanan, mulai dari jalan rusak hingga ancaman pohon tumbang.
“Cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir tidak bisa kita hindari. Dampaknya jelas, mulai dari kerusakan jalan, potensi longsor, hingga pohon tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah perbaikan yang telah pemerintah lakukan. Termasuk oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang dan pihak terkait lainnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah kota, melainkan juga melibatkan pemerintah pusat melalui Balai Pengelola Jalan Nasional.
“Beberapa ruas jalan nasional juga sudah mulai di perbaiki. Ini penting karena jalur tersebut menjadi akses utama pemudik,” jelasnya.
Menurut Pilus, sapaannya, kondisi infrastruktur menjadi faktor krusial bagi keselamatan pemudik, terutama pengguna sepeda motor yang menempuh perjalanan jauh.
Ia menilai, perbaikan jalan harus terlaksana secara cepat meski masih bersifat sementara.
“Tambal sulam memang menjadi solusi cepat karena waktu terbatas menjelang Lebaran. Tapi setelah itu harus ada perbaikan menyeluruh agar tidak rusak kembali,” katanya.
Selain jalur utama, DPRD juga menyoroti kondisi jalur alternatif yang kini semakin banyak di gunakan pemudik.
BACA JUGA: Wali Kota Semarang Minta Warga Maklum Soal Mobil Dinas Tetap Beroperasi Saat Lebaran
Kemajuan teknologi navigasi seperti Google Maps membuat pengendara cenderung mencari rute tercepat, termasuk melalui jalan-jalan di pinggiran kota.
“Jalur alternatif ini harus menjadi perhatian. Banyak pemudik mengandalkan peta digital untuk mencari jalan tercepat, sehingga ruas-ruas tersebut juga harus dipastikan layak dilalui,” tegasnya.
Beberapa wilayah seperti Mijen, Gunungpati, hingga arah Boja disebut masih memerlukan perhatian lebih, terutama karena kerap dilintasi kendaraan saat arus mudik meningkat.
Di sisi lain, potensi bencana seperti pohon tumbang juga menjadi perhatian serius. Kadar mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait setelah terjadi puluhan kasus pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
“Beberapa waktu lalu ada sekitar 80 pohon tumbang. Ada yang menimpa rumah dan kendaraan. Kami mendorong agar dilakukan pemangkasan pohon secara berkala untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan, terutama dengan merapikan pohon besar di sekitar permukiman yang berpotensi membahayakan.
Menurutnya, pemudik sering kali hanya fokus pada kecepatan perjalanan tanpa mengetahui kondisi jalur yang mereka lalui. Karena itu, pemerintah daerah perlu proaktif memastikan seluruh jalur, baik utama maupun alternatif, dalam kondisi aman.
“Pemudik biasanya tidak tahu kondisi wilayah yang di lalui. Tugas kita memastikan jalur tersebut aman agar tidak menimbulkan korban,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





