SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam kurun waktu dua pekan belakangan, Kota Semarang kerap dilanda hujan petir.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di Pulau Jawa untuk Jumat, 27 Desember 2024, menunjukkan adanya potensi hujan ringan hingga hujan disertai petir di berbagai kota. Kota Semarang di prediksi hujan petir mulai sore hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, menyebut peristiwa hujan beserta badai petir adalah hal lumrah yang terjadi di Kota Semarang.
“Sebenarnya untuk petir, itu umumnya memang sering terjadi. Apalagi menyertai hujan sedang lebat, itu umum terjadi,” ungkap Noor.
Menurut keterangannya, penyebab hujan beserta badai petir tak lain adalah pertumbuhan awan kumolonimbus yang intensif.
BACA JUGA: Jawa Tengah Berpotensi Hujan Lebat Selama Libur Nataru, BMKG: Solo-Semarang Masuk Peringatan Dini
Terlebih, kata Noor, posisi Kota Semarang berada di pantai utara. Hal itu menurutnya memicu pertumbuhan awan kumolonimbus.
“Penyebabnya sendiri karena ada pertumbuhan awan-awan kumolonimbus yang intensif, apalagi Kota Semarang sendiri ada di dekat laut. Awan yang terbentuk di laut akan lebih intensif terbentuk ketimbang di darat,” jelas Noor.
Oleh sebabnya, Noor menilai fenomena badai petir yang kerap terjadi di Kota Semarang selama musim penghujan adalah hal yang wajar.
“Jadi kalau di wilayah Semarang sendiri awan yang terbentuk di laut, petirnya akan lebih mudah terjadi sampai di wilayah Semarang. Jadi wajar jika terjadi badai petir,” jelas dia.
Lebih lanjut, Noor mengingatkan agar warga Kota Lumpia berhati-hati jika awan kumolonimbus sudah mulai tampak.
“Ketika ada potensi pertumbuhan awan kumolonimbus, itu harap berhati-hati dengan tidak keluar rumah, tidak menyalakan alat elektronik yang membahayakan, berlindung dari bangunan tinggi yang bisa mengantarkan petir,” tegas Noor.
BACA JUGA: BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Jawa Tengah Mulai Masuk Musim Hujan: Tak Serempak, Pantura Terakhir
Noor pun mengimbau sebaiknya warga tidak mengisi daya telepon genggam saat sedang terjadi hujan petir.
“Sebaiknya tidak [mengisi daya handphone], karena untuk menghindari yang tidak di inginkan. Amannya gak menjalankan alat-alat listrik yang dapat menghantarkan petir,” ucap Noor.
Sebab, kata Noor, petir bermuatan listrik. Sehingga alat-alat yang dapat mengantarkan listrik ia harap dapat teramankan terlebih dahulu.
“Jadi untuk rumah-rumah yang tinggi ataupun berpotensi dapat mengantarkan listrik, untuk dapat diamankan atau dipasang pengaman, agar gak sampai terkena petir,” pungkas Noor. (*)
Editor: Farah Nazila





