SEMARANG, beritajateng.tv – Akhir-akhir ini, warganet di Kota Semarang tengah ramai dengan sosok anak kecil perempuan bernama Kinara. Pasalnya, dalam konten media sosialnya, Kinara kerap mewawancarai orang lain dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Lantas, banyak warganet yang melontarkan komentar dengan kalimat bercanda.
‘Jangan ngemall dulu kita, ikut kursus bahasa Inggris dulu biar nggak malu-maluin, ada Nawid cabang Semarang, mending ke Johar aja deh,’ ujar salah satu komentar di akun TikTok Kinara.
Saat beritajateng.tv temui, sosok dengan nama lengkap Kinara Arnintya Pratista itu memang terdengar lebih fasih berbahasa Inggris dari pada berbahasa Indonesia. Beberapa kali ia kebingungan saat harus mengucapkan kalimat dalam berbahasa Indonesia.
Namun demikian, siswa kelas 2 di SD Mondial itu mengaku senang bertemu dan berinteraksi dengan orang baru.
“(Wawancara orang asing) sebenernya saya enggak malu, tapi saya kayak seneng gitu, seneng punya temen baru, kaya orang yang saya bisa mengobrol,” katanya saat beritajateng.tv temui di The Park Mall Semarang, beberapa waktu yang lalu.
Dalam kehidupan sehari-hari, Kinara memang lebih banyak menggunakan Bahasa Inggris. Apalagi bersama sang ayah dan teman-teman sekolahnya. Sementara itu, ia hanya akan berbahasa Indonesia jika bersama sang ibu.
BACA JUGA: Pelajari Bahasa Inggris Sejak TK, Siswi SMP Nasima Semarang Ini Raih Medali Emas di Ajang KS2N
Adapun Kinara ternyata baru belajar bahasa Inggris saat berumur 4 tahun. Sebelumnya, ia juga tumbuh dengan bahasa Indonesia layaknya anak kecil pada umumnya. Namun lambat laun, kemampuan bahasa Inggris Kinara berkembang pesat hingga saat ini.
“Dulu menurut saya bahasa Inggris sangat susah, tapi sekarang bahasa Indonesia yang susah, karena bahasa Inggrisnya udah terbiasa, jadi lebih gampang untuk mengobrol dengan orang-orang luar negeri,” lanjutnya.
Bahagia meski ditakuti warganet
Di sisi lain, ia merasa terhibur akan banyaknya komentar bercanda yang seolah-olah ‘takut’ bertemu dirinya. Bahkan, Kinara beberapa kali menjawab langsung komentar warganet yang ada di media sosialnya.
“Saya, papi dan mami ketawa, karena ada banyak banget komen yang lucu-lucu, kayak ‘Ada Nawid cabang Semarang, jangan ke mall dulu ya guys’ saya ketawa-ketawa aja,” ujarnya.
Uniknya, Kinara mengaku pernah mendapat pengalaman unik saat bergerilya di salah satu SMA di Semarang. Saat itu, siswa yang menjadi target enggan diwawancara Kinara.
Meski begitu, Kinara tidak memaksa narasumbernya untuk berbicara dengan bahasa Inggris. Beberapa kali ia melakukan sesi tanya-jawab dengan bahasa Indonesia.
“Saya pengen mewawancara mereka, tapi merekanya lari, tapi berhasil dapet jadi saya wawancara dia, iya saya kejar hahah,” katanya sambil tertawa.
Kinara sendiri tidak hanya berkeliaran ‘ngonten’ di sekitar Semarang saja. Misalnya, saat ia dan keluarganya berlibur ke Pulau Bali. Saat itu, ia dengan aksen Britishnya yang kental itu juga tak mau kehilangan kesempatan untuk mewawancarai orang luar negeri.
“Menurut saya lebih seru mengobrol dengan orang-orang luar negeri, soalnya kalau ngobrol-ngobrol dengan orang negeri mereka bakal kaya lebih ngerti bahasa Inggris,” katanya.
BACA JUGA: Raih 21 Medali, PB Arista Semarang Juara Umum Kejurkot Bulutangkis PBSI
Terakhir, anak berusia 8 tahun itu memiliki cita-cita mulia di masa depan. Selain ingin menjadi dokter atau guru, Kinara juga ingin mendirikan sekolah bahasa Inggris gratis.
Ia berharap, semua orang dapat belajar dan menguasai bahasa Inggris bahkan sejak usia dini.
“Jadi orang-orang bisa belajar bahasa Inggris dengan gratis,” harapnya.(*)
Editor: Farah Nazila





