“Menu yang dijual juga kadang ganti-ganti biar siswa nggak bosen. Yang penting menu itu benar-benar menu hasil masak orang tua di dapur dan harus ada sayurnya,” paparnya.
BACA JUGA: Angka Stunting Jateng 20,8 Persen, UNICEF Singgung Pembagian Susu Kemasan Kurang Tepat
Tak hanya memastikan kesehatan siswa, Resy juga ingin kantin SDN Pekunden terus berinovasi dalam keberlanjutan lingkungan. Ke depannya, Resy berencana membuat kantin SDN Pekunden terbebas dari plastik.
Alasannya, kata dia, produksi plastik di kantin sekolah cukup tinggi. Dengan kantin bebas plastik, sekolah dapat berperan dalam mengurangi sampah plastik.
“Sejauh ini kantin sehat yang dibina UNICEF baru lima sekolah. Harapannya semua sekolah di Kota Semarang memberlakukan program yang sama,” pungkas dia. (*)
Editor: Farah Nazila





