“Jujur saja negosiasi untuk mengeluarkan dua tanker kita tidaklah mudah,” ungkap Bahlil saat menjelaskan kondisi stok BBM nasional.
Keterlibatan Indonesia dalam aliansi Board of Peace pimpinan Amerika Serikat disinyalir menjadi ganjalan utama dalam proses lobi ke Teheran.
Menurut Arief, banyak pihak menganggap bergabungnya Indonesia ke dalam lembaga tersebut sebagai sebuah blunder diplomatik yang merugikan kepentingan energi nasional.
Iran memandang aliansi itu bukan sebagai instrumen perdamaian, melainkan alat kepentingan politik Washington dan Tel Aviv.
“Fakta di Selat Hormuz menunjukkan bagaimana posisi diplomasi Indonesia di mata pemerintah Iran saat ini,” tegas Hersubeno Arief.
Situasi energi global yang tidak menentu telah mendongkrak harga minyak dunia hingga menyentuh angka 112 dolar per barel. Kenaikan drastis ini memaksa pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang jauh lebih besar dari pagu APBN sebelumnya. (*)





