Memasuki babak adu penalti, atmosfer stadion semakin memanas seiring sorakan riuh dari sekitar 9.500 penonton yang hadir. Benjamin Tahirovic serta Haris Tabakovic menjalankan tugas mereka dengan sangat tenang sebagai penendang awal bagi tim tuan rumah.
Sebaliknya, tekanan mental yang luar biasa tampak membebani pundak para pemain muda Italia pada momen krusial tersebut. Francesco Pio Esposito melepaskan tembakan yang melambung jauh di atas mistar gawang hingga membuat pendukung lawan bersorak.
Kegagalan Bryan Cristante yang membentur tiang gawang akhirnya mengunci Laga Penentu Timnas Italia dengan hasil yang memilukan.
Pihak manajemen Italia tentu harus melakukan evaluasi total atas kegagalan yang terus berulang pada fase play-off ini. Kepemimpinan wasit Clement Turpin juga menjadi sorotan setelah mengeluarkan beberapa kartu kuning bagi pemain kedua kesebelasan.
Bosnia menunjukkan mentalitas yang sangat kuat meskipun sempat tertinggal gol lebih dahulu pada awal babak pertama. Kehadiran Edin Dzeko sebagai pemimpin di lapangan memberikan ketenangan luar biasa bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda. Kemenangan ini membawa Bosnia terbang menuju putaran final Piala Dunia dengan kebanggaan yang sangat besar.
Publik Italia kini harus menerima kenyataan pahit kembali absen dari panggung sepak bola terakbar sejagat raya. Fokus utama federasi sepak bola mereka sekarang adalah membangun kembali kekuatan skuad dari dasar demi masa depan. (*)





