Tak hanya pada ide kelapa kupas yang jadi andalannya, produk lain seperti coco jelly juga banyak peminatnya. Berwadah batok kelapa muda berisi campuran air kelapa, coco jelly, dan beberapa potongan buah, minuman ini sering konsumen minati.
Bukan hanya rasanya yang segar dan lezat, tingginya kandungan serat juga menjadi alasan banyaknya permintaan terhadap produk usaha olahan kelapa muda yang banderol harganya kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu tersebut.
“Coco jelly itu kita buat dari bahan air kelapa asli campur dengan resep-resep yang kita bangun selama ini dan jadilah satu bentuk panganan yang kita namakan coco jelly,” ucap Rudi.
“Sangat bagus manfaatnya, karena air kelapa pun sudah bagus manfaatnya dan nambah manfaat lagi kan. Serat lebih tinggi, otomatis untuk metabolisme tubuh itu akan sangat bagus,” imbuhnya.
Sasar restoran dengan menu kelapa muda sebagai target pasar
Mengenai terkait target pasar, Rudi menyasar restoran yang menyajikan kelapa muda dalam menu mereka. Ia meyakini, kelapa muda yang terkemas dengan lebih menarik akan menambahkan nilai bagi restoran tersebut.
“Target market saya pertama kali restoran yang memiliki menu kelapa muda, ingin memberikan budaya yang lebih bagus ya, packaging-nya di atas meja restoran mereka atau hotel-hotel atau pun restoran yang belum punya menu kelapa muda,” tandasnya.
“Mungkin hisa meningkatkan revenue ya. Penambahan omset di mereka, dengan ada kelapa muda yang lebih menarik seperti yang saya buatkan tadi,” ucap Rudi.
Rudi mengungkapkan kemampuan usahanya dalam mengemas kelapa muda kupas yang dapat menjadi rebranding restoran maupun hotel merupakan ciri khas utama pada ‘Coconutku’.
Ia mematok harga yang bervariasi untuk setiap produk usaha olahan kelapa muda miliknya. Ia memasang harga Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu untuk kelapa muda kupas.





