SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, meminta PT PLN (Persero) menghentikan sementara seluruh aktivitas terkait rencana proyek geotermal di Gunung Ungaran.
Keputusan tersebut ԁiambil untuk meredam keresahan dan reaksi masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Semarang.
Terlebih, Kabupaten Semarang akan memasuki tahapan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang ԁijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
Ngesti mengatakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang telah menggelar rapat koordinasi terkait rencana proyek geotermal di Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.
Rapat tersebut mengundang PT PLN (Persero), PT Geo Dipa Energi, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah pihak terkait.
Dalam rapat itu, Pemkab Semarang meminta PLN untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan apa pun terkait rencana geotermal Gunung Ungaran.
“Agar situasi di masyarakat tetap kondusif, apalagi saat ini hingga Desember nanti akan melaksanakan tahapan pilkades serentak,” jelas Ngesti seusai Rapat Koordinasi Rencana Eksplorasi Panas Bumi di Kabupaten Semarang, di Ruang Dharma Satya, Gedung Setda Kabupaten Semarang, Jumat, 4 September 2026.
BACA JUGA: Soroti Proyek Geotermal Gunung Ungaran, Komunitas Budaya Khawatir Candi Gedongsongo Rusak
Terkait rencana geotermal di Gunung Ungaran, Ngesti mengatakan PLN sejauh ini baru menyampaikan gambaran awal mengenai proyek tersebut. Menurutnya, belum terdapat kepastian mengenai progres pelaksanaan proyek di lapangan.
Namun, informasi mengenai rencana tersebut telah ramai beredar di media sosial dan masyarakat. Kondisi itu kemudian memunculkan keresahan serta kekhawatiran warga.
Karena itu, dalam rapat koordinasi tersebut Pemkab Semarang mengambil keputusan berbeda untuk dua rencana proyek geotermal.
Rencana proyek geotermal PT Geo Dipa Energi di wilayah Kecamatan Banyubiru tetap dapat berjalan, tetapi perusahaan ԁiminta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kemudian untuk PT PLN (Persero) kami minta untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan apa pun, agar situasi di masyarakat tetap kondusif,” tegas Bupati Semarang.
Sementara itu, terkait proyek geotermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, PLN menyatakan akan mengikuti arahan Bupati Semarang untuk menghentikan sementara kegiatan di lapangan.
Meski demikian, PLN tetap menyampaikan perkembangan hasil kajian yang ԁibutuhkan dalam forum rapat koordinasi tersebut.
BACA JUGA: Ramai Penolakan Proyek Geotermal Gunung Ungaran, Pemprov Siap Diskusi jika Warga Khawatir dan Keberatan
Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Tengah, Ferdian Hijrah Kusuma, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Sehingga keresahan di masyarakat akan terjawab dan terkait dukungan penambahan energi hijau untuk meningkatkan suplai listrik di Jawa Tengah tetap bisa tercapai,” kata Ferdian.
Ketika ԁitanya mengenai waktu pelaksanaan proyek geotermal di Gunung Ungaran, Ferdian menjelaskan bahwa saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap gambaran perencanaan awal.
Menurutnya, proses administrasi juga masih berlangsung di lingkungan PLN Group. Setelah seluruh proses administrasi terpenuhi dan tim lapangan terbentuk, kegiatan baru akan ԁijalankan.
“Untuk updatenya tetap kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang. Karena sesuai arahan bupati memang harus terus berkoordinasi,” ujarnya.
Ferdian juga menyampaikan bahwa PLN akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan rencana proyek tersebut.
“Dan kami juga sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kekhawatiran-kekhawatiran ini tidak perlu ԁilanjutkan lagi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





