BACA JUGA: Hari Kedua di Kota Semarang, Biksu Thudong Singgah ke Kantor Gubernur Jateng
Ia juga menyoroti antusiasme masyarakat selama perjalanan. Bantuan justru banyak datang dari warga lintas agama, termasuk umat muslim yang ԁitemui sepanjang rute.
“Antusias masyarakat luar biasa. Banyak umat muslim sepanjang jalan memberikan bantuan makanan, minuman dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya.
Tak hanya peserta, rombongan pendamping pun berasal dari latar belakang berbeda. Sundoko menyebut sebagian pendamping berasal dari Jepara dan komunitas Macan Ali Cirebon dengan semangat multikultural.
“Pendamping juga multiagama. Karena misi kita toleransi,” tegasnya.
Semarang Kota Toleransi
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, datang menyambut rombongan di Masjid Al Falah. Ia menyebut kehadiran Biksu Thudong menjadi berkah sekaligus cerminan semangat damai Kota Semarang.
“Berkah buat Kota Semarang. Karena sesuai dengan semangatnya Kota Semarang yang damai,” ujar Agustina.
Ia mengaku terkesan karena perjalanan spiritual para biksu justru banyak ԁibantu saudara-saudara Muslim dan singgah di masjid.
“Yang mengurusi sebagian besar teman-teman muslim. Ini contohnya di Kota Semarang singgahnya di masjid. Luar biasa,” katanya.
BACA JUGA: Biksu Thudong Menginap di Semarang, Dijadwalkan Naik ke Puncak Candi Borobudur Sabtu Mendatang
Menurut Agustina, tema Walk for Peace menjadi pesan kuat yang relevan dengan kondisi dunia saat ini. “Berjalan untuk membawa misi perdamaian. Luar biasa,” ucapnya.
Pemkot Semarang pun mendoakan agar seluruh peserta ԁiberikan kesehatan hingga tiba di tujuan akhir di Klaten menjelang Hari Raya Waisak.
“Kita doakan rombongan Biksu Thudong selamat sampai tujuan dan bisa menebarkan kedamaian sampai di tempat tujuan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





