Jateng

Jalani Walk For Peace, Biksu Thudong 2026 Singgah di Semarang, Bawa Pesan Damai Lintas Agama

×

Jalani Walk For Peace, Biksu Thudong 2026 Singgah di Semarang, Bawa Pesan Damai Lintas Agama

Sebarkan artikel ini
Biksu Thudong 2026
Para peserta biksu thudong 2026 saat mengantre makan di Masjid Al Falah Genuk Kota Semarang, Minggu, 24 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemandangan hangat penuh toleransi terlihat di sekitar Jalan Kaligawe Raya, tepatnya di Masjid Al Falah Genuk, Kota Semarang pada Minggu, 24 Mei 2026. Belasan peserta Biksu Thudong 2026 tiba sekitar pukul 11.30 WIB setelah menempuh perjalanan panjang di bawah terik jalur Pantura.

Dengan jubah khas berwarna cokelat dan langkah yang mulai melambat karena cuaca panas, para biksu memasuki area masjid untuk beristirahat sejenak. Sebagian duduk lesehan di serambi masjid, menikmati makan siang dan minuman yang ԁisiapkan relawan lintas agama.

Suasana sederhana itu justru menjadi simbol kuat perjalanan spiritual bertajuk Walk for Peace yang mereka bawa. Di tengah lalu lintas jalur pantura yang ramai dan suhu siang yang menyengat, singgahnya para biksu di masjid menghadirkan potret toleransi yang terasa nyata.

BACA JUGA: Bupati Semarang Sambut Bhante Thudong: Warga Kami Cinta Damai dan Toleran

Ketua Panitia Thudong Jawa Tengah 2026, Sundoko, mengatakan kegiatan ini baru pertama kali ԁigelar di Jawa Tengah dan ԁiikuti 16 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini pertama kali kami lakukan. Diikuti oleh 16 banthe dari seluruh Indonesia. Tujuan akhirnya di Candi Sewu, Klaten,” ujar Sundoko di halaman Masjid Al Falah Genuk pada Minggu, 24 Mei 2026.

Rute Biksu Thudong 2026 di Jawa Tengah

Ia menjelaskan perjalanan ԁimulai dari Jepara sejak Rabu, 20 Mei 2026 dan akan berakhir pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebelum para peserta mengikuti rangkaian Waisak di kawasan Candi Sewu Klaten yang berada dekat Candi Prambanan.

Adapun rute perjalanan melintasi sejumlah daerah mulai Jepara, Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali hingga Klaten.

Menurut Sundoko, misi utama perjalanan tersebut adalah membawa pesan perdamaian dan kebersamaan di tengah situasi dunia yang ԁinilai sedang tidak baik-baik saja.

“Kita ingin menyebarkan misi toleransi, kebersamaan dan kedamaian. Salah satunya karena melihat situasi dunia saat ini,” katanya.