Kondisi ini terjadi karena usus menyerap terlalu banyak cairan dari feses, sehingga teksturnya menjadi kering dan keras. Akibatnya, proses pengeluarannya pun terasa lebih sulit dan membutuhkan usaha lebih.
Risiko sembelit saat bulan puasa cenderung meningkat karena asupan cairan tubuh biasanya berkurang dibandingkan hari-hari biasa.





