Naskah tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan didampingi BM Diah. Setelah proses pengetikan selesai, Sukarno menandatangani naskah Proklamasi itu.
Pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama, Sukarno bersama Mohammad Hatta serta para tokoh pejuang lainnya membacakan naskah Proklamasi di hadapan rakyat yang hadir untuk menyaksikan lahirnya kemerdekaan.
Suara pembacaan Proklamasi oleh Presiden pertama Republik Indonesia itu bahkan dipancarkan melalui radio Hoso Kyoku milik Jepang, yang kemudian berubah menjadi Radio Republik Indonesia (RRI). (*)





