SEMARANG, beritajateng.tv – Indonesia merdeka tentunya tidaklah mudah, masih melewati berbagai banyak rintangan salah satunya yakni melawan penjajah. Tak heran jika Hari Kemerdekaan benar-benar menjadi momentum paling meriah.
Hal itu lantaran dari kita bangsa Indonesia betul-betul sangat bersyukur akhirnya Indonesia mampu memiliki kebebasan dan menjadi tentram.
Namun, meski Indonesia sudah terbilang aman kita tentu tidak boleh melupakan bagaimana perjuangan para pahlawan kala itu.
Maka dari itu penting untuk kita tahu tentang sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.
BACA JUGA: Peringati HUT ke-80 RI, Ahmad Luthfi Sebut Tak Boleh Paksakan Kehendak: Nyawa Jateng Itu Tepo Sliro
Sejarah Indonesia Bisa Merdeka
Pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia mendengar kabar bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu setelah dua kota pentingnya, Hiroshima dan Nagasaki, hancur akibat serangan bom atom pada 6 Agustus 1945.
Informasi yang disiarkan melalui radio BBC itu segera sampai ke telinga para pemuda pejuang bangsa.
Mereka kemudian mendesak Sukarno dan Mohammad Hatta agar segera merumuskan teks Proklamasi kemerdekaan.
Tokoh-tokoh perjuangan, baik dari kalangan muda maupun tua, pun berkumpul untuk membicarakan langkah selanjutnya.
Meski begitu, kelompok tua berpendapat bahwa proklamasi sebaiknya menunggu hingga 24 Agustus 1945 karena masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Jepang.
Namun, Sukarno dan Hatta kemudian dibawa ke Rengasdengklok oleh para pemuda pemimpin Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, dengan tujuan agar Proklamasi Kemerdekaan segera tersebar tanpa penundaan.
Peristiwa keberangkatan ke Rengasdengklok berlangsung pada 15 Agustus 1945. Setelah itu,
Sukarno dan Hatta kembali bersama Ahmad Soebardjo yang memberikan jaminan bahwa proklamasi akan berlangsung keesokan harinya.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Polres Blora Kibarkan Bendera Merah Putih di Goa Terawang
Malam harinya, mereka berkumpul di kediaman Laksamana Tadashi Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi.
Tepat pada 17 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, dua alinea teks proklamasi berhasil rampung dalam waktu sekitar dua jam.





