Peristiwa

Jarak Luncur Capai 1.700 Meter, Gunung Merapi Kembali Keluarkan Guguran Lava Pijar Hingga 13 Kali

×

Jarak Luncur Capai 1.700 Meter, Gunung Merapi Kembali Keluarkan Guguran Lava Pijar Hingga 13 Kali

Sebarkan artikel ini
lava pijar gunung merapi
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu, 5 Agustus 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/Spt)

YOGYAKARTA, beritajateng.tv – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, terjadi sebanyak 13 kali guguran lava pijar dari Gunung Merapi pada Selasa, 8 Agustus 2023.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa dari pengamatan yang dilakukan antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, sebanyak 12 guguran lava pijar teramati meluncur ke Kali Bebeng dengan jarak maksimum mencapai 1.700 meter.

Satu kali guguran lava pijar juga tercatat mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur kurang dari sebelumnya.

“Satu kali ke Kali Boyong dengan jarak luncur 1.200 meter,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta.

BACA JUGA: 5 Fakta Erupsi Merapi 11 Maret 2023, Salah Satunya Tidak Ada Pertanda Terjadinya Erupsi

Selain guguran lava pijar, aktivitas gempa juga meningkat. Gunung Merapi mencatat sebanyak 40 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 3 hingga 27 mm, selama rentang waktu 28.24 hingga 132.48 detik.

Terjadi juga satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo sebesar 7 mm, berlangsung selama 47.84 detik.

Deformasi Gunung Merapi juga terus dipantau oleh BPPTKG. Melalui metode EDM, terlihat bahwa jarak tunjam gunung ini mengalami pemendekan sebesar 5 cm per hari. Ini menunjukkan adanya perubahan bentuk yang signifikan pada gunung tersebut.

Meskipun aktivitas gunung meningkat, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Status ini telah berlku sejak November 2020 dan mengindikasikan bahwa potensi bahaya masih cukup tinggi.

Potensi bahaya dari guguran lava pijar dan awan panas guguran dapat berdampak luas. Kali Woro, Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng adalah beberapa daerah yang bisa terkena dampak hingga jarak beberapa kilometer dari puncak gunung.

Bahkan, jika terjadi erupsi eksplosif, material vulkanik dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (ant)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi