“Kalau ada lampu-lampu yang mati segera koordinasi dengan Dinas Perhubungan tempat atau Dishub kabupaten. Karena kan masyarakat kadang-kadang tidak tahu ya, di jalan provinsi, di jalan kabupaten atau di jalan nasional. Yang penting lapor dulu, pasti kita respons,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga mengoptimalkan peran kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk membantu memantau kondisi fasilitas keselamatan lalu lintas.
“Kami juga mengoptimalkan KMSK, kelompok masyarakat sadar keselamatan, untuk lebih aktif memantau kondisi rambu, lampu dan lain sebagainya,” ujarnya.
“Sehingga harapan kami tentu saja terkait dengan keselamatan berlalu lintas bisa kita tingkatkan khususnya tahun ini,” lanjut Miko.
Dinas Hubungan Jateng Target Tambah 250 Lampu Jalan Tahun Ini, per Lampu Butuh Anggaran Rp20 Juta
Untuk menambah jumlah PJU, Dinas Perhubungan Jawa Tengah berencana memasang sekitar 250 lampu jalan baru pada tahun ini. Pemasangan tersebut akan dilakukan di berbagai titik prioritas.
Namun hingga kini pemasangan lampu tersebut belum mulai karena masih menunggu proses penganggaran.
“Rencana kita nambah 250, tahun ini belum mulai kita pasang kan? Masih kita menunggu proses penganggarannya sampai dengan selesai,” jelasnya.
BACA JUGA: Bupati Fadia Arafiq Tersangka KPK, Gubernur Jateng Bakal Dampingi Wabup Sukirman Konsolidasi di Pekalongan
Ia menambahkan biaya pemasangan satu lampu jalan lengkap dengan tiang dan pengecoran berkisar sekitar Rp20 juta per titik.
“Per lampu sekitar 20 sekian lah ya, sekitar 20 juta. Itu pemasangan lampu, lampunya, tiangnya, terus kemudian pengecoran,” pungkas Miko. (*)
Editor: Farah Nazila





