Jateng

Jateng Marak Keracunan MBG, BPOM Ingatkan Distribusi Makanan Maksimal 2 Jam Setelah Dimasak

×

Jateng Marak Keracunan MBG, BPOM Ingatkan Distribusi Makanan Maksimal 2 Jam Setelah Dimasak

Sebarkan artikel ini
makan bergizi gratis
Makan bergizi gratis di Magelang, Jawa Tengah

“Biasanya itu memang mulai dari bahan-bahannya, pemilihannya, atau selama proses memasaknya itu yang nanti kita investigasi bersama dengan dinas terkait,” tegasnya.

Dari sejumlah daerah yang ditemukan kasus keracunan MBG, kejadian di Kabupaten Sragen tercatat paling banyak menelan korban. Namun, BPOM belum bisa memastikan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau untuk yang Sragen itu karena pengujiannya di Lab Kesda, jadi dari laboratorium kesehatan daerah, provinsi langsung ke dinas kesehatan. Nanti dari kami yang akan melakukan verifikasi di lapangan,” kata Lintang.

Ia menambahkan, pengujian mikrobiologi biasanya membutuhkan waktu hingga dua pekan.

“Kalau untuk mikro kan dua minggu ya laksanakan ujian. Ya, ya seperti itu ya sementara,” ujarnya.

Viral wadah stainless MBG menurut dugaan mengandung minyak babi, ini kata BPOM

Selain isu keracunan MBG di Jawa Tengah, jagat media sosial juga diramaikan dugaan wadah stainless program MBG mengandung minyak babi. Salah satu postingan viral itu tersiar oleh akun X (Twitter) @fahrisalam.

“Fak banget negara ini! Nampan MBG sengaja dilabeli ‘made in Indonesia’ tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang,” tulis akun tersebut.

Menanggapi hal itu, BPOM Semarang menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan menguji kualitas wadah stainless.

“Kalau kita tidak menguji nampannya MBG. Jadi kalau kita tidak terkait kemasan pada produk MBG. Justru itu jadi kewenangan dari tim BGN di sana [pusat]. Kita hanya terkait dengan produk makanan siap sajinya,” kata Lintang.

BACA JUGA: Viral Murid Temukan Ulat Buah di Paket Makan Bergizi Gratis SMPN 1 Semarang: Salake Mambu

Ia mengaku perlu melakukan klarifikasi karena selama ini publik sering mengaitkan persoalan wadah stainless MBG dengan BPOM.

“Sampai saat ini dari BPOM belum memonitor pengujian wadah MBG. Kami kalau kemasan tidak, tapi hanya memonitor kepada keamanan produk. Utamanya ya kaitan dengan kejadian luar biasa seperti siswa keracunan MBG,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan BPOM terfokus pada keamanan makanan MBG yang akan para siswa konsumsi. Mulai dari uji mikrobiologi hingga potensi cemaran zat kimia.

“Kita kalau kaitannya dengan kemasan tidak, tetapi dengan produk. Jadi, makanan siap sajinya itu ya kita uji sesuai dengan keamanan produk,” pungkas Lintang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran

Tinggalkan Balasan