“Untuk perempuan ada skrining kanker payudara dan kanker serviks, untuk laki-laki ada kanker paru,” ujarnya.
Program CKG juga menyasar seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga lanjut usia.
“Anak sekolah jangan lupa, SD, PAUD, SMP, SMA, mahasiswa sekalipun, termasuk lansia. Lansia juga perlu sehat karena harus mandiri, jangan sampai sakit dan bergantung kepada orang lain,” kata Yunita.
Yunita menambahkan, pada 2025 lalu Jawa Tengah juga ternobatkan sebagai provinsi dengan akses dan kualitas layanan kesehatan terbaik.
BACA JUGA: Capaian Cek Kesehatan Gratis di Blora Meningkat Signifikan, Layani 3 Ribu Warga dari 12 Desa
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat Jawa Tengah terhadap pentingnya kesehatan.
“Pak Gubernur juga mendapat apresiasi dari Kemendagri. Jawa Tengah dinobatkan sebagai provinsi dengan akses dan kualitas layanan kesehatan yang paling bagus. Ini membanggakan. Artinya masyarakat Jawa Tengah sudah aware, sudah sadar bahwa kesehatan itu penting dan memanfaatkan program ini,” katanya.
Selain CKG, Yunita juga mengingatkan pentingnya imunisasi bagi bayi, balita, dan anak-anak. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan seluruh layanan kesehatan gratis yang tersedia.
“Selain cek kesehatan gratis, imunisasi juga penting. Bayi baru lahir, balita, anak-anak juga perlu imunisasi dan itu gratis di Indonesia. Maka manfaatkan ini semua supaya semuanya sehat,” pungkas Yunita. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





