Sementara itu, Sekretaris Gekraf Kota Semarang, Michael, menilai acara seperti Legacy Wedding Open House dapat menjadi referensi utama. Utamanya bagi pasangan muda yang ingin menikah dengan konsep modern dan praktis.
“Di sini pasangan bisa datang, lihat, bahkan langsung mencoba berbagai kebutuhan wedding. Mulai dari baju, foto, sampai konsep acara yang kekinian,” katanya.
Ia menyoroti kemunculan tren baru yang lebih efisien, seperti teknologi fotografi yang memungkinkan hasil foto berbeda tanpa harus berganti busana.
“Sekarang bahkan tanpa ganti baju, foto bisa terlihat seperti memakai outfit pesta yang berbeda. Ini tren baru yang menarik,” ujar Michael.
BACA JUGA: Viral Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana, Begini Respon Inara Rusli
Dengan perubahan tren menuju pernikahan yang lebih sederhana dan personal, pelaku industri wedding di Kota Semarang dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif.
Alih-alih menjadi ancaman, tren ini justru membuka peluang baru bagi vendor untuk menghadirkan layanan yang lebih inovatif, efisien, dan sesuai kebutuhan generasi masa kini. (*)
Editor: Farah Nazila





