Sumanto menegaskan, menjaga kelestarian alam dan sumber air adalah bentuk paling otentik dalam menerjemahkan ajaran Marhaenisme dan gotong royong yang Bung Karno wariskan. Bung Karno dalam salah satu pidatonya mengatakan, pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa. Jika kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka akan terjadi malapetaka. Pemikiran Bung Karno tentang kedaulatan pangan tersebut tersirat sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan agar tanah air Indonesia tetap subur dan dapat menghidupi rakyatnya.
BACA JUGA: Kerusakan Lingkungan Semakin Nyata, Sumanto Ajak Hijaukan Daerah Hulu Sungai
”Bung Karno mengajarkan kita tentang berdikari dan berpihak pada rakyat kecil. Kedaulatan pangan dan kedaulatan air adalah kunci kemandirian bangsa. Kalau sungai kita rusak, air mengering, yang paling pertama menderita adalah petani dan rakyat kecil. Maka aksi Jogo Kali ini adalah ziarah kebangsaan kami yang nyata di lapangan,” tandasnya.
Sumanto Ungkap Mitos Pohon Besar Ada Genderuwo Ikut Jaga Kelestarian Alam
Aksi yang Sumanto gelar tersebut juga tak sekedar seremonial. Setiap Sabtu, kegiatan penanaman pohon penyimpan air ia gelar di Kabupaten Karanganyar. Ia juga melakukan pendekatan yang menarik saat mengedukasi warga desa agar peduli lingkungan dan tak sembarang menebang pohon. Sumanto mengutip mitos pohon besar banyak hantunya sehingga tak boleh warga tebang.
“Kalau kita amati, di dekat sendang atau sumber air selalu ada pohon besar. Dulu orang tua kita sering bilang pohon besar ada Genderuwo nya, nggak boleh kita tebang. Ini sanepo orang Jawa, entah benar atau tidak. Yang jelas pohon tetap terjaga dan lestari,” katanya.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Desa Gerdu Manfaatkan Potensi Pertanian dan Pariwisata
Melalui narasi yang dekat dengan kearifan lokal tersebut, warga desa justru lebih mudah tergerak. Mereka kini melihat pohon-pohon di pinggir sungai sebagai aset masa depan.
Sementara itu, Kepala Desa Seloromo, Mono, menyambut baik gerakan penghijauan tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan desa.





