BLORA, beritajateng.tv – Kenaikan harga plastik menjelang Hari Raya Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi para perajin besek bambu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Permintaan besek untuk wadah daging kurban melonjak drastis hingga 100 persen dibanding hari biasa.
Salah satu perajin besek di Desa Kedungsatrian, Kecamatan Ngawen, Dian Agus Yulianto mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang terus berdatangan selama sebulan terakhir.
“Hari ini mencapai 8 sampai 10 ribu besek. Kalau hari biasa sebelumnya hanya sekitar seribu. Mereka sudah pesan sejak sebulan lalu,” ungkap Dian Agus, Senin 25 Mei 2026.
BACA JUGA: Pengrajin Tahu di Blora Menjerit! Harga Kedelai hingga Plastik Naik, Tahu Terpaksa Naik 5 Persen
Menurutnya, masyarakat kini mulai beralih menggunakan besek bambu karena dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus lebih ekonomis dibanding kantong plastik.
Selain itu, mahalnya harga plastik di pasaran membuat banyak panitia kurban memilih besek sebagai alternatif wadah pembagian daging.
Untuk besek ukuran kecil, Dian menjual dengan harga Rp3 ribu per buah. Sedangkan ukuran besar seharga Rp5 ribu per buah.
Pesanan besek tidak hanya datang dari wilayah Blora saja, tetapi juga dari berbagai daerah luar kota.
“Kemarin kami sudah kirim ke Semarang, Purwodadi, Jakarta, Kudus, dan Blora,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





