Selain itu juga akan ada Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak dan meningkatkan pengawasan stok pasokan komoditas pangan.
“Apa yang sudah kami lakukan di tahun lalu akan kami lakukan juga di tahun ini. Yakni seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), memastikan sarpras pertanian. Bahkan ada menanam di off season,” Imbuhnya.
Pihaknya sengaja menggelakan penanaman di luar musim, sehingga suplai dan produk pangan bisa terjaga.
“InsyaAllah pertumbuhan ekonomi 2025 di Jawa Tengah kami proyeksikan tetap kuat. Inflasi dengan rentang sasaran 2,5 + 1 persen,” imbuhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





