BLORA, beritajateng.tv – Sungai yang dulu menjadi penghalang aktivitas warga Dukuh Kaligede, Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kini tak lagi menakutkan bagi anak-anak sekolah dan masyarakat setempat.
Sebuah jembatan gantung merah putih yang dikenal sebagai Jembatan Garuda kini membentang di atas sungai dan menjadi akses utama warga menuju jalan raya.
Jembatan sepanjang 35 meter itu proses pembangunannya melalui program pemerintah bersama TNI dan gotong royong masyarakat. Kehadirannya membawa perubahan besar bagi belasan kepala keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterisolasian.
Sebelum Jembatan Garuda dibangun, warga harus menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Saat banjir datang dan debit air meningkat, akses warga lumpuh total.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Bupati Blora Sidak Pasar Pon Pastikan Hewan Kurban Sehat
Anak-anak sekolah sering terpaksa libur karena takut menyeberangi derasnya arus sungai. Sementara warga yang bekerja maupun membawa hasil pertanian harus memutar hingga sekitar dua kilometer.
Proses Pembangunan Jembatan Garuda Tak Mudah
Pembangunan Jembatan Garuda pun tidak berjalan mudah. Lokasi pembangunan sulit kendaraan besar jangkau sehingga material harus di angkut manual sejauh sekitar 500 meter.
Warga bersama personel TNI bergotong royong memindahkan material dari jalan raya menuju lokasi pembangunan hingga akhirnya jembatan berhasil terselesaikan.
Kini jembatan tersebut sudah dapat digunakan masyarakat. Meski hanya cukup dilalui satu sepeda motor secara bergantian, keberadaannya sangat membantu aktivitas warga.
“Sebelumnya lewat bawah, lewat sungai. Kalau banjir ya enggak masuk sekolah. Sekarang senang ada jembatan ini, sekolah bisa lancar,” ujar Eva Sakila, siswa kelas IV SDN 1 Nglebur, Senin, 18 Mei 2026.
Selain memperlancar akses pendidikan dan pertanian, Jembatan Garuda kini juga menjadi tempat favorit warga untuk bersantai dan berfoto.
Kepala Desa Nglebur, Rusdianto, mengatakan warga kini bisa beraktivitas lebih aman tanpa harus menyeberangi sungai.
“Dulu warga harus lewat sungai, sekarang sudah bisa lewat jembatan. Perekonomian juga lebih lancar dan anak-anak sekolah tidak takut lagi saat musim hujan,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto menjelaskan Jembatan Garuda di Desa Nglebur merupakan satu dari 11 jembatan serupa yang pembangunannya di Kabupaten Blora.
BACA JUGA: Isi Empat Jabatan Strategis Pemkab, 20 Calon Pejabat Eselon II Blora Jalani Asesmen di Mabes Polri
Menurutnya, pembangunan tersebut setelah melihat kondisi 19 kepala keluarga di Dukuh Kaligede yang selama ini kesulitan akses akibat terisolasi sungai.
“Dengan adanya jembatan ini kami berharap akses pertanian, pendidikan, dan perekonomian warga menjadi lebih lancar,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





