“Untuk sementara waktu ini aktivitas warga yang menyeberang menggunakan perahu. DPU juga sudah kami beritahu terkait penanganan teknis konstruksinya, karena mereka yang memahami hal tersebut,” ungkap Eko.
Lebih lanjut, Eko menambahkan jika pihak kecamatan akan mengeluarkan anggaran untuk membeli material seperti bambu hingga semen untuk membangun jembatan darurat.
Sementara pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan dua kelurahan itu masih terkendala pembebasan lahan.
“Dari sisi anggaran, kecamatan sudah siap untuk membangun jembatan darurat, kita menunggu teknis konstruksi dari DPU supaya jembatan (darurat) itu tetap aman,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





