Jateng

Jumlah Pendaki Melonjak, Disnakertrans Buka Pelatihan untuk Pemandu Pendakian Gunung pada 22 April

×

Jumlah Pendaki Melonjak, Disnakertrans Buka Pelatihan untuk Pemandu Pendakian Gunung pada 22 April

Sebarkan artikel ini
pendaki gunung
Ilustrasi pendaki gunung. (Foto: Instagram/@gununganakdara)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan membuka pelatihan pemandu atau guide pendakian gunung pada 22 April 2025 mendatang.

Adapun program itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemandu pendakian gunung yang makin meningkat, seiring dengan melonjaknya jumlah pendaki dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Hal itu terungkap dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz via WhatsApp, Senin 14 April 2025.

Aziz menjelaskan, pelatihan itu tak hanya akan mengajarkan teknik mendaki, namun juga manajerial, motivasi, hingga pengetahuan tentang karakteristik gunung.

“Rencana pembukaan tanggal 22 April, kami membuka 20 peserta per sesi, dan setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi,” jelas Aziz.

BACA JUGA: Fiersa Besari Selamat, Begini Kronologi Pendakian Gunung Carstensz Berujung Dua Pendaki Meninggal

Aziz mengungkap, nantinya para peserta akan mendapat keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemandu gunung yang profesional. Dengan pemahaman mendalam mengenai kondisi dan tantangan di setiap gunung yang ada.

“Pelatihan ini akan berlangsung di Gunung Ungaran sebagai lokasi praktik. Sebelumnya, peserta akan mendapatkan materi di kelas,” jelas dia.

Hadirkan pemandu berpengalaman, peserta akan diajarkan karakteristik gunung di Jateng-DIY

Lebih lanjut, kata Aziz, pelatihan guide pendaki gunung ini akan melibatkan instruktur berpengalaman yang memiliki sertifikasi sekaligus pengetahuan tentang karakteristik gunung-gunung di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memastikan para pemandu bisa mengutamakan keselamatan, kenyamanan pendaki, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini ia harapkan dapat mencetak pemandu gunung yang tidak hanya terampil, namun juga aman dan profesional, serta menjaga nilai-nilai budaya serta keselamatan di setiap pendakian.

“Kalau kita bicara orang Jawa ada yang sesuatu yang memang tidak boleh. Nah, yang kayak gitu harus di hindari juga. Tidak hanya melulu teknik saja,” ujarnya.

BACA JUGA: Geger Penemuan Kerangka Manusia Berlumut di Pendakian Gunung Sumbing, Ini Lokasi Persisnya