Jateng

KAI dan DJKA Uji Coba Panic Button di Perlintasan Sebidang Kota Semarang

×

KAI dan DJKA Uji Coba Panic Button di Perlintasan Sebidang Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
KAI dan DJKA Uji Coba Panic Button di Perlintasan Sebidang Kota Semarang
Petugas Dinas Perhubungan menunjukkan sistem Panic Button di Perlintasan Sebidang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Namun, saat tombol darurat ditekan oleh petugas perlintasan akibat adanya rintangan di lintasan (misalnya kendaraan mogok), lampu akan menyala merah berkedip disertai bunyi sirine. Sinyal ini menjadi isyarat bagi masinis untuk segera menghentikan kereta guna menghindari tabrakan.

“Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi sistem keselamatan berbasis teknologi. Kami harap, panic button dapat menjadi standar baru dalam penanganan situasi darurat di perlintasan sebidang,” lanjut Franoto.

Inovasi Keselamatan yang Relevan

Dengan semakin padatnya frekuensi perjalanan kereta api dan tingginya aktivitas lalu lintas di area perkotaan seperti Semarang. Kehadiran sistem ini menjadi langkah konkret untuk menekan risiko kecelakaan.

Sistem panic button harapannya menjadi solusi efisien, cepat, dan aman dalam menangani gangguan mendadak yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api.

KAI juga terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah, serta masyarakat sekitar untuk mengedukasi pentingnya tertib di perlintasan sebidang.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi demi keselamatan dan keamanan. Baik untuk perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan raya,” tutup Franoto. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp