Gaya Hidup

Kampanyekan Kesetaraan, Tekodeko Buka Magang Bagi Penyandang Disabilitas

×

Kampanyekan Kesetaraan, Tekodeko Buka Magang Bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Sejumlah penyandang disabilitas saat magang jadi karyawan Tekodeko Koffiehuis. (Dokumentasi Tekodeko)
Sejumlah penyandang disabilitas saat magang jadi karyawan Tekodeko Koffiehuis. (Dokumentasi Tekodeko)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tekodeko Koffiehuis bukanlah nama yang asing di kalangan anak muda. Kafe yang terletak di Kota Lama Semarang itu sudah lama hadir sebagai salah satu jujugan tempat nongkrong para kawula muda.

Namun, ada yang berbeda dari suasana di Tekodeko selama beberapa hari kemarin. Sejumlah pelayannya merupakan penyandang disabilitas.

Ada yang menyapa di pintu masuk, membawakan buku menu, hingga mengantarkan pesanan. Mereka sedang mengikuti Magang Inklusif sebagai pelayan di kafe Tekodeko.

Graceane, Outlet Manager Tekodeko mengatakan, program Magang Inklusif ini dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember lalu. Tahun ini merupakan kali kedua setelah program serupa pertama kali berlangsung di tahun lalu.

Bedanya, tahun ini Tekodeko membuka kesempatan bagi semua peyandang disabilitas tak terkecuali untuk mendaftar.

“Tahun ini kami buka umum, penyandang disabilitas bisa daftar siapapun tapi kita seleksi juga. Maksudnya secara psikologi mereka sanggup atau enggak,” kata Grace saat beritajateng.tv temui, Jumat, 6 Desember 2024.

BACA JUGA: Mulai Rp25 Ribuan Aja! Rasakan Momen Seru Bersama Idola Kesayangan di Photobox Tekodeko Koffiehuis

Tahun ini, lanjut Grace, ada 9 penyandang disabilitas dengan kisaran usia 20 sampai 26 tahun yang berkesempatan magang di Tekodeko. Masing-masing dari mereka kedapatan dua hari kerja selama program ini.

Adapun bentuk disabilitasnya pun macam-macam. Mulai dari fisik, hiperaktif, hingga ADHD. Mereka terbagi menjadi 4 bagian.

“Yang motoriknya kuat akan ditaruh di tim pengantar makanan minuman. Untuk disabilitas fisik duduk menyambut customer. Kalau motorik tidak kuat cuma nganter buku menu. Yang terakhir bagian ngambilin es batu masukin cup,” lanjutnya.

Pengalaman berharga, kerja 4 jam di Tekodeko Koffiehuis

Meski begitu, jangan bayangkan mereka bekerja seharian. Demi kenyamanan para penyandang disabilitas, program magang ini hanya berlangsung dari jam 3 sore hingga 7 malam.

Selama waktu itu juga, Tekodeko mengganti perlengkapan gelas kaca menjadi cup plastik.

“Jadi selama program magang inklusif ini, dari jam 3 sore sampai jam 7 malam kita ganti gelas ke cup plastik, menghindari pas mereka nganter tumpah atau pecah. Lalu untuk piring-piring juga masih dibantu tim kami,” papar Grace.

Grace mengungkapkan, program Magang Inklusif ini mendapat kesan yang luar biasa. Baik dari pengunjung maupun sesama tim Tekodeko. Menurut mereka, kehadiran penyandang disabilitas menjadi pengalaman hangat yang tak terlupakan.

“Kemarin sempat ada salah nganter menu pas kondisi ramai. Tapi semua maklum, karena udah tau mereka istimewa jadi nggak mempermasalahkan. Malah jadi energi positif buat kita,” katanya.

BACA JUGA: Tempati Bangunan Kuno, Tekodeko Koffiehuis di Kota Lama Semarang Sajikan Aneka Kopi dengan Nama Khas

Grace berharap program sederhana seperti ini dapat menjadi momen berarti bagi para penyandang disabilitas. Lebih dari itu, penyandang disabilitas kian diakui kehadirannya di dunia kerja.

“Harapannya bisa membuka peluang bagi mereka di dunia kerja dengan skill yang mereka miliki. Buat HRD-HRD bisa melirik temen disabilitas bahwa mereka juga bisa berdaya,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp