SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Kombes Pol. Irwan Anwar kembali mencuat. Ia termasuk ke dalam jajaran Polri yang mendapat mutasi jabatan.
Irwan Anwar dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolrestabes Semarang menjadi Kalemkonprofpol waketbidkermadianma STIK LemdikPol.
Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai mutasi yang menimpa Irwan Anwar tidaklah berkaitan dengan kasus polisi tembak siswa yang sedang dalam penanganannya.
Mutasi itu, menurut Bambang, bertujuan untuk membangun citra positif Polri; bahwasanya mereka telah memberi sanksi kepada polisi yang bermasalah.
BACA JUGA: Soroti Mutasi Kapolrestabes Semarang, Peneliti: Parkir Sebelum Naik Pangkat ke Brigjen
“Upaya mutasi yang bukan sanksi tersebut Mabes Polri lakukan untuk membangun citra positif bahwa seolah-olah mereka yang berkasus sudah mendapat sanksi. Padahal secara substansi hanya sekedar mutasi biasa,” kata Bambang saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 31 Desember 2024.
Ia melanjutkan, mutasi adalah hal biasa di lembaga kepolisian. Menurutnya, mutasi hanya bagian dari penyegaran. Bahkan, mutasi kali ini menjadi wadah untuk mengamankan sejumlah pejabat Polri yang tersandung kasus.
“Mutasi Kapolrestabes Semarang tersebut sama seperti Diresnarkoba Polda Metro Jaya yang terkena kasus pemerasan WNA di DWP,” tandasnya.
Irwan Anwar anak emas kepolisian
Lebih lanjut, Irwan Anwar bukanlah sosok yang asing di jajaran kepolisian. Ia merupakan lulusan Akpol tahun 1994, atau rekan satu angkatan dengan Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Bambang menilai, perjalanan karier Irwan Anwar bisa ia bilang berjalan lancar. Meski terkesan tertinggal dengan pangkat rekan satu angkatan yang lebih tinggi, karier Irwan juga mulus.
“Dengan jabatan 2 kali sebagai Kapolrestabes Makassar dan Kapolrestabes Semarang, itu menunjukan Irwan juga sebagai salah satu ‘anak emas’ yang mendapat perhatian elite kepolisian,” ucapnya
Soal perjalanan karier seorang polisi, lanjut Bambang, banyak hal yang menjadi pertimbangan selain kompetensi. Semakin tinggi jabatan dan pangkat jumlahnya terbatas, pertimbangan kedekatan dengan elite kepolisian dan politik juga sangat penting.
BACA JUGA: Ini Daftar Kapolres di Jateng yang Kena Mutasi di Jajaran Polda Jateng
Ia pun menganggap Irwan Anwar memenuhi faktor-faktor tersebut. Sehingga, Irwan bisa meninggalkan jabatan Kapolrestabes Semarang tanpa pertanggungjawaban.
“Sebagai salah satu anak emas, mutasi dari Kapolrestabes Semarang tanpa ada upaya meminta pertanggung jawaban adalah mutasi biasa, bukan demosi,” tegasnya.
“Dan bisa kita tebak, dalam waktu tak terlalu lama, pangkat bintangnya pasti akan segera turun, saat publik sudah melupakan kasus yang menyorotnya” tandas Bambang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





