Karang Taruna Diharapkan Aktif Rencanakan Arah Pembangunan Desa

Para pembicara FGD "Peran Karang Taruna dalam Pembangunan Bangsa" yang digelar di lokasi wisata Curug Semirang, Desa Wisata Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (ardhi/beritajateng.tv)

SEMARANG, 15/12 (beritajateng.tv) – Anggota Karang Taruna diharapkan aktif dalam menyusun dan merencanakan arah pembangunan desa. Pasalnya Karang Taruna diberi kesempatan yang luas dalam menentukan prioritas pembangunan. Sesuai aturan, Karang Taruna menjadi salah satu lembaga kemasyarakatan desa.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto berharap para pemuda anggota Karang Taruna mampu menjadi agen pembaruan dan pembangunan. Dia menjelaskan, dulu Sang Proklamator, Bung Karno menyerukan kalimat “Beri aku 1.000 orangtua, akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”. Di masa sekarang, kalimat tersebut masih relevan karena pemuda ikut berperan di segala bidang.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam FGD “Peran Karang Taruna dalam Pembangunan Bangsa” yang digelar di lokasi wisata Curug Semirang, Desa Wisata Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (ardhi/beritajateng.tv)

“Kita sudah lihat sendiri keikutsertaan Karang Taruna dalam kegiatan di pemerintahan desa. Anak-anak muda ini juga turun menjadi relawan bencana dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Peran anak muda tidak bisa dianggap remeh,” ujar Bambang yang hadir secara virtual dalam Focus Group Discussion (FGD) “Peran Karang Taruna dalam Pembangunan Bangsa” yang digelar di lokasi wisata Curug Semirang, Desa Wisata Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (13/12/2022).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Wisnu Wahyudi menambahkan, peran Karang Taruna Desa Gogik dalam memajukan pariwisata di desanya luar biasa. Menurutnya, perkembangan teknologi juga menimbulkan dampak positif bagi kemajuan Karang Taruna.

Dikatakannya, anggota Karang Taruna yang dulu hanya dikenal sebagai ‘laden’ di acara pernikahan, kini semakin berkembang dan berperan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Saya kira walaupun kini sudah semakin berkembang, tradisi ‘laden’ ini juga perlu dipertahankan karena sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan di masyarakat yang perlu dilestarikan,” katanya dalam acara yang dipandu moderator Nurkholis tersebut.

Meski begitu, dia juga meminta para pemuda membekali diri dengan skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Sebab Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2035 dimana jumlah penduduk usia produktif diperkirakan mencapai 70 persen. Saat itu, jumlah angkatan kerja membeludak dan persaingannya sangat ketat.

Kabid Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Harmini menjelaskan, Karang Taruna berkembang pesat karena menjadi kewenangan dua kementerian. Yaitu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Kemendagri, lanjutnya, menjadikan Karang Taruna sebagai salah satu lembaga kemasyarakatan desa yang punya peran menyusun prioritas pembangunan. Sementara Kemensos menegaskan hak dan kewajiban Karang Taruna di masyarakat.

“Karang Taruna ini diistimewakan karena jumlah anggotanya terbesar. Karang Taruna menganut stelsel pasif dimana mereka yang berusia 13-45 tahun otomatis menjadi anggota. Aset bangsa yang besar, produktif, dan powerful ini sayang kalau tidak dimanfaatkan,” tandasnya.

Pemkab Semarang sendiri di tahun 2022 memberikan dana hibah Rp 50 juta melalui Dispermades untuk kegiatan Karang Taruna. Sementara Dinsos bersama Komisi D DPRD Kabupaten Semarang menjalankan kegiatan pembinaan bagi Karang Taruna.

“Diharapkan anggota Karang Taruna terlibat dan peduli dengan berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Seperti program penanganan stunting hingga upaya pencegahan pernikahan dini,” paparnya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Tinggalkan Balasan