SEMARANG, beritajateng.tv – Keberuntungan menghampiri Naufal Abdianto, karyawan minimarket asal Klaten, di penghujung 2025. Pelanggan setia Tri sejak 2021 itu tak menyangka kebiasaannya membeli paket internet justru membawanya memenangkan grand prize mobil listrik BYD Atto Dynamic melalui program BombasTri.
Program Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri ini berlangsung pada 1 September-31 Desember 2025 dengan konsep Serbu Hadiahnya, Double Kesempatannya.
Lewat program tersebut, Tri memberikan berbagai hadiah kepada pelanggan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka.
Naufal mengaku sempat tidak percaya saat menerima kabar bahwa ia menjadi pemenang utama.
“Saya sangat senang dan tidak menyangka. Kok bisa dari daerah saya dapat hadiah mobil. Benar-benar kaget. Terima kasih banyak untuk Tri, semoga semakin sukses,” ujarnya seusai menerima hadiah yang langsung jajaran pimpinan Indosat regional Central Java serahkan.
EVP-Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengatakan BombasTri menjadi cara perusahaan mengapresiasi pelanggan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Tri.
“BombasTri mencerminkan cara kami berterima kasih kepada pelanggan. Lebih dari sekadar hadiah, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dan relevan dengan kebutuhan digital mereka sehari-hari,” kata Fahd.
BACA JUGA: Lonjakan Trafik Digital Dua Digit, Indosat Perkuat Jaringan di Jawa Tengah dan DIY
Selama periode program, BombasTri mencatat lebih dari 29 juta tiket undian dari seluruh Indonesia.
Tri membagikan ribuan hadiah, mulai dari voucher belanja digital hingga berbagai grand prize. Seperti Samsung Galaxy A56 5G, Nintendo Switch 2, ASUS ROG Strix G16, Vespa LX 125, hingga mobil listrik BYD Atto 1 Dynamic.
Selain menghadirkan program apresiasi pelanggan, Tri juga mengangkat kampanye #PilihanBijak menjelang Ramadan 2026.
Perusahaan melihat intensitas aktivitas digital generasi muda meningkat selama bulan suci, baik untuk mencari inspirasi religi, rekomendasi buka puasa, maupun hiburan di media sosial.
Fahd menilai derasnya arus informasi membuat generasi muda perlu lebih selektif dalam memanfaatkan teknologi.





