SEMARANG, beritajateng.tv – Dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada anak, kembali terjadi di Kota Semarang.
Kali ini KDRT terjadi pada siswa kelas 1 SD di Banyumanik, dan menjadi korban kekerasan anak oleh ibu tiri.
Dari info yang beredar, kasus tersebut viral di media sosial di mana suara tangisan anak terdengar setiap hari dari sebuah rumah kos itupun membuat tetangga kos curiga.
Dalam narasi yang ada, kuat dugaan bocah kelas 1 SD, menjadi korban kekerasan (KDRT) yang orang tuanya lakukan. Warga kemudian memproses ke kepolisian karena mendapati banyak luka di tubuh bocah.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto mengaku sudah mendengar kabar tersebut, dan saat ini telah melakukan penanganan.
Mantan Camat Genuk ini menjelaskan, penanganan korban ataupun terduga pelaku, terlaksana bersama dengan pihak provinsi karena bukan warga Semarang.
BACA JUGA: Jambore Onthel Nasional di Semarang, Wali Kota Agustina Bidik Peluang Wisata dan UMKM
“Sudah kita tangani, itu dugaannya oleh ibu sambung (ibu tiri). Ibu kandung korban bekerja sebagai pegawai migran,” katanya, Senin, 19 Oktober 2026.
Pranyoto mejelaskan, petugas dari dinas sudah mendatangi tempat kejadian, dari situlah ketahuan jika terduga pelaku bukan warga Semarang.
Meski begitu pendampingan kepada korban ataupun terduga pelaku tetap terlaksana.
“Terduga pelaku ini dari luar Semarang, nah pendampingannya kita koordinasikan dengan provinsi. Saat ini sudah dalam proses,” jelasnya.
Untuk ibu sambung yang diduga melakukan tindak kekerasan, menurut Pranyoto telah diamankan oleh Dinas dari Provinsi.
Sementara untuk kondisi anak yang menjadi korban, saat ini sedang mendapatkan penanganan dari DP3A.
”Sudah di amankan di provinsi, ada pendampingan psikologi juga. Kalau Kondisi anak, masih dalam proses penanganan,” pungkasnya. (*)





