Peristiwa

Kebakaran Rumah dan Kedai Ayam Geprek Pandawa Mijen, Kerugian Ditaksir Rp200 Jutaan

×

Kebakaran Rumah dan Kedai Ayam Geprek Pandawa Mijen, Kerugian Ditaksir Rp200 Jutaan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Rumah dan Kedai Ayam Geprek Pandawa Mijen, Kerugian Ditaksir Rp200 Jutaan
Tangkap layar video kebakaran rumah dan kedai ayam geprek Pandawa Mijen Semarang. (Doc. Damkar Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran menghanguskan rumah sekaligus tempat usaha Ayam Geprek Pandawa di Jalan Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat sore, 14 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan, api muncul sekitar pukul 15.00 WIB. Kobaran api pertama kali terlihat dari bagian kamar tidur yang berada di belakang bangunan utama.

Kabid Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pardono, mengatakan laporan kebakaran itu, petugas terima setelah salah satu warga bernama Hariwiyono menghubungi Damkar Kota Semarang.

“Laporan kami terima sekitar pukul 15.15 WIB. Api berasal dari bagian belakang rumah dan sempat warga padamkan secara mandiri. Tetapi kobaran api semakin besar dan sulit di kendalikan,” ujar Tantri melalui sambungan telepon, Jumat, 14 Agustus 2026.

Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan armada menuju lokasi. Empat unit armada dari Pos Induk, Pos Gunungpati, dan Pos Ngaliyan terjun untuk melakukan pemadaman.

Petugas Damkar Kota Semarang tiba di lokasi dengan waktu respons sekitar 15 menit. Proses pemadaman kemudian berlangsung hingga kobaran api berhasil terkendali sekitar pukul 17.30 WIB.

Kebakaran membuat bagian belakang hingga tengah rumah terbakar. Sejumlah dokumen berharga, peralatan elektronik, serta perlengkapan usaha ikut dilalap api.

“Total kerugian akibat kebakaran tersebut kita perkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Tantri.

Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, lanjut Tantri, dugaan kebakaran lantaran adanya korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari kamar tidur di bagian belakang rumah.

“Info dari pemilik rumah korslet listrik. Api berasal dari dalam kamar tidur posisi penghuni rumah di depan semua karena mereka jualan ayam geprek,” ungkap dia.

Saat kejadian, lanjutnya, penghuni rumah berada di bagian depan karena menjalankan aktivitas usaha Ayam Geprek Pandawa. Mereka kemudian mendapat pemberitahuan dari tetangga bahwa api muncul dari bagian belakang rumah.

BACA JUGA: Detik-detik Kebakaran Pasmod BSB Semarang, Api Diduga Dipicu Kebocoran Gas di Warung Soto 

Warga sekitar juga berusaha membantu memadamkan api secara gotong royong. Mereka menggunakan air dalam ember untuk mencegah api semakin meluas sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api. Kondisi bangunan belakang yang sebagian menggunakan material kayu atau semi permanen membuat api lebih cepat membesar.

Petugas Damkar akhirnya melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan. Setelah kondisi aman, petugas melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp