Ia menilai ancaman keamanan siber akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi sehingga pemerintah harus terus melakukan pembaruan sistem dan langkah antisipasi.
“Ini di-hack hanya oleh seorang teknisi handphone, baru teknisi saja bisa membobol Dinas Sosial. Jangan sampai pemerintah kalah pintar dengan yang menggunakan gadget. Kami harus punya langkah-langkah antisipasi supaya sistem yang kami punya jangan sampai bisa ԁitembus oleh mereka,” ujarnya.
Meski demikian, Imam mengakui tidak ada sistem ԁigital yang sepenuhnya kebal terhadap serangan siber. Oleh karena itu, evaluasi dan penguatan keamanan harus ԁilakukan secara berkelanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Perlu evaluasi dan perlu antisipasi menurut saya,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





