“Proses penjajakan tidak hanya terkait limbah, tetapi juga pabrik urea dengan raw material amonia, desalinasi, peningkatan tourism untuk resort, waste to energy, dan data center,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Gaet Investor, Tawarkan Aset Plaza Simpang Lima hingga Kawasan Industri
Sakina menyebut, beberapa sektor telah menunjukkan ketertarikan melalui letter of intent. Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah akan menindaklanjuti penjajakan tersebut, termasuk melalui pertemuan virtual dengan pihak Dubai dalam waktu dekat.
“Yang sudah letter of intent itu limbah dengan JPEN, kemudian desalinasi, waste to energy, data center. Total ada lima kepeminatan. Minggu depan kami akan virtual meeting dengan pihak Dubai, Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Terkait nilai investasi, Sakina menyebut belum semua sektor memiliki angka pasti. Namun untuk sektor waste to energy, nilai investasinya terinformasi cukup besar.
“Untuk waste energy itu terinfo di atas 100 miliar USD,” katanya.
Penerbangan Internasional Semarang-Singapura Permudah Akses Investor
Selain penjajakan investasi baru, Sakina menilai pembukaan penerbangan internasional dari Bandara Ahmad Yani Semarang ke Singapura dan Kuala Lumpur turut berdampak positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah.
“Terkait dua penerbangan, dari Semarang ke Kuala Lumpur dan Singapura, itu mempermudah perjalanan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia mencontohkan, penerbangan perdana maskapai Scoot rute Semarang–Singapura dimanfaatkan langsung oleh pelaku usaha, khususnya investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
“Terbukti saat pembukaan Scoot Semarang–Singapura, beberapa pelaku usaha, termasuk dari KEK Kendal, menggunakan penerbangan itu. Artinya dampaknya nyata,” katanya.
Menurut Sakina, keberadaan penerbangan internasional langsung membuat pelaku usaha tidak perlu lagi melalui Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.
“Harapannya pelaku usaha bisa langsung ke Jawa Tengah tanpa harus lewat Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, Singapura saat ini menjadi salah satu negara dengan kontribusi investasi terbesar di Jawa Tengah, terutama di sektor kawasan industri.





